News . 06/09/2026, 21:26 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk menutup sementara operasional delapan bandara akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026. Jumlah ini meningkat setelah sebelumnya hanya enam bandara yang dinyatakan terdampak.
Dua fasilitas penerbangan tambahan yang kini ikut ditutup adalah Bandara Taufik Kiemas dan Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam. Penutupan total delapan bandara ini terpaksa dilakukan karena sebaran abu vulkanik dinilai sangat berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Adapun daftar delapan bandara yang menghentikan operasionalnya sementara meliputi:
• Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang
• Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
• Bandara Radin Inten II, Lampung
• Bandara Budiarto Curug, Tangerang
• Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
• Bandara Husein Sastranegara, Bandung
• Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat
• Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudi Purwagandhi menjelaskan bahwa keputusan krusial ini diambil setelah berkoordinasi ketat dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan. Faktor perubahan arah angin yang dinamis menjadi pertimbangan utama pemerintah.
"Yang semula tadi siang itu anginnya mengarah ke barat, sekarang informasi dari BMKG anginnya mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada flight level 15.000 feet," ujar Dudi saat memantau langsung kondisi di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu malam.
Perubahan arah mata angin tersebut membuat Kemenhub bergerak cepat mengantisipasi risiko perluasan dampak abu vulkanik ke wilayah timur.
"Karena tadi pada flight level 15.000 dengan speed 5 knot kami khawatir bahwa ini akan semakin melebar. Jadi itu sebabnya kami memutuskan bahwa penutupan operasional sementara bandara itu sampai dengan pukul 24.00," tambahnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media