News . 06/09/2026, 17:45 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang kini mulai menyebar ke sejumlah wilayah. Langkah strategis ini diambil guna meminimalisasi dampak sebaran abu yang mulai mengganggu aktivitas warga dan transportasi udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, operasi rekayasa cuaca tersebut segera dieksekusi setelah kondisi di lapangan dinilai lebih kondusif. Aspek keamanan menjadi prioritas utama mengingat material abu vulkanik sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.
"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe hari ini hingga malam nanti. Ada dua teknik untuk mendatangkan hujan saat tidak ada awan, khususnya di tengah musim kemarau panas ini," ujar Suharyanto dalam konferensi pers daring, Minggu, 6 September 2026.
Suharyanto menjelaskan bahwa penanganan kali ini tidak hanya mengandalkan penyemaian awan konvensional. BNPB juga menyiagakan teknik water-mist (pengabuan air) yang diproyeksikan mampu mempercepat turunnya hujan di zona terdampak krusial, meliputi wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.
Hingga saat ini, BNPB mencatat sebaran abu vulkanik telah berdampak langsung pada tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pandeglang. Guna mengantisipasi dampak buruk kesehatan, bantuan logistik dasar seperti masker telah disalurkan secara masif ke masyarakat. Enam Bandara Lumpuh Total
Erupsi hebat Gunung Anak Krakatau memaksa otoritas penerbangan mengambil tindakan tegas.
Berdasarkan data hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, sebanyak enam bandara utama dinyatakan ditutup sementara akibat paparan abu vulkanik yang berisiko merusak mesin pesawat.
Keenam bandara yang berhenti beroperasi tersebut adalah:
• Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang)
• Bandara Budiarto (Tangerang)
• Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)
• Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur)
• Bandara Raden Inten II (Lampung)
• Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
Sementara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pihak maskapai dilarang keras memaksakan penerbangan dalam situasi rawan ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media