Kamis, 27 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Arak-arakan Gunungan dan Perahu Warnai Penutupan Festival Maulid Nusantara di Kota Tangerang

RF
Tim Redaksi
25/08/2026, 18:48 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Arak-arakan Gunungan dan Perahu Warnai Penutupan Festival Maulid Nusantara di Kota Tangerang

Rangkaian Festival Maulid Nusantara di Kota Tangerang sukses digelar dengan meriah. (khi)

TANGERANG, FIN.CO.ID – Rangkaian Festival Maulid Nusantara di Kota Tangerang sukses digelar dengan meriah. Rangkaian acara tersebut resmi ditutup dengan pelaksanaan Maulid Tiga Masjid yang mempertemukan ribuan masyarakat dari berbagai wilayah Tangerang di Masjid Agung Al-Ittihad, Kota Tangerang, Selasa (25/8/2026).

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menjelaskan bahwa festival keagamaan ini telah berlangsung selama lima hari sejak 21 Agustus 2026. Berbagai kegiatan religi mulai dari zikir bersama, doa, hingga ceramah agama sukses dilaksanakan sebelum akhirnya ditutup di Masjid Agung Al-Ittihad.

"Maulid ini bukan hanya sekadar memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi bagaimana kita bisa mengingatkan tentang akhlak Rasulullah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Sachrudin, Selasa (25/8/2026).

Acara penutupan semakin semarak dengan adanya kirab gunungan dan kirab perahu. Rombongan kirab bergerak dari sejumlah titik ikonik, melibatkan tiga masjid bersejarah, yakni Masjid Jami Kalipasir, Masjid Raya Al-A'zhom, dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Antusiasme warga memuncak saat rombongan kirab tiba di lokasi. Masyarakat tampak bersukacita menyambut arak-arakan dan saling berebut gunungan yang sudah menjadi tradisi tahunan.

Ketua Panitia Maulid Tiga Masjid, Farhan, mengungkapkan bahwa agenda kolaboratif ini sudah memasuki tahun keempat pelaksanaan. Kegiatan ini sengaja dirancang untuk menyatukan seluruh masyarakat Tangerang Raya tanpa sekat wilayah administrative.

"Ketiga masjid ini merupakan ikon daerah. Masjid Jami Kalipasir sebagai masjid tertua, Masjid Agung Al-Ittihad ruang berkumpul warga, dan Masjid Raya Al-A'zhom kebanggaan Tangerang. Kami berkolaborasi supaya masyarakat Kota, Kabupaten, dan Tangerang Selatan bisa guyub dan bersatu merayakan kelahiran Rasulullah," jelas Farhan.

Farhan menambahkan, selain menjadi media pemersatu umat, Festival Maulid Nusantara juga berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya lokal bagi generasi muda.

"Kita punya tradisi luar biasa yang tidak boleh hilang. Harus selalu dilestarikan agar anak cucu kita tahu bahwa di Tangerang ada kegiatan besar untuk kemaslahatan bersama," pungkasnya.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya