News . 07/09/2026, 19:37 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
Kecurigaan konsumen mulai muncul saat mereka memantau perkembangan fisik bangunan di lokasi proyek yang tidak menunjukkan progres berarti. Kontras dengan janji manis pihak marketing, area yang dijanjikan menjadi hunian justru masih berupa hamparan tanah kosong.
“Bahannya masih mau dibangun itu kosong, masih berbentuk sawah. Pekerja di blok yang sedang dibangun juga sudah tidak ada,” ungkap Nazaruddin.
Merasa dirugikan, para konsumen sepakat mengajukan pembatalan pembelian secara massal pada Februari 2025. Pihak PT Unchu sempat menjanjikan akan mengembalikan dana secara penuh pada Agustus 2025. Namun, hingga tenggat waktu yang dijanjikan lewat, uang konsumen tak kunjung dikembalikan.
“Intinya mereka tidak bisa membayar. Mereka akan membayar cicilan pengembalian, tetapi tidak ada penjelasan berapa nominal yang dibayar dan berapa waktunya,” keluh Nazaruddin menutup pembicaraan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media