Menteri LH Pastikan Kebakaran TPA Jatiwaringin Sudah Terkendali
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. (Rikhi Ferdian)
TANGERANG, FIN.CO.ID – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, meninjau langsung lokasi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Memasuki hari keenam penanganan, Jumhur memastikan kondisi kebakaran sudah sangat terkendali berkat kerja sama intensif tim gabungan lintas sektoral.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kobaran api di area TPA berhasil ditekan secara drastis. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait menjadi kunci utama percepatan pemadaman ini.
"Tadi presentasi dari teman-teman di lapangan, tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara. Maka sekarang tinggal 3,6 persen. Artinya ini satu angka yang luar biasa," ujar Jumhur Hidayat di lokasi TPA Jatiwaringin.
Jumhur menjelaskan bahwa keberhasilan ini diraih melalui strategi pemadaman ganda. Pemadaman dilakukan dari udara (top-down) dan dari darat (bottom-up). Saat ini, dua helikopter water bombing milik BNPB beroperasi penuh, dan dua helikopter tambahan segera dikerahkan sehingga total menjadi empat unit.
Di darat, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama petugas pemadam kebakaran melakukan teknik suntik air ke dalam tanah. Berdasarkan foto udara dari thermal drone, bara api terdeteksi menyebar di bawah permukaan gunungan sampah. petugas menggunakan pipa khusus yang ditanam ke dalam tanah untuk menyemprotkan air langsung ke titik panas tersembunyi.
"Ini satu kolaborasi kerja sama yang sangat baik bagi semua. Ada BNPB, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, Bupati, Pemda, dan Dinas-Dinas terlibat. Kita tidak saling menyalahkan, kita kerja," tegas Menteri LH.
Antisipasi El Nino dan Surat Edaran Menteri
Meski titik api tersisa 3,6 persen dan ditargetkan padam total secepatnya, Jumhur mengingatkan potensi kembalinya api tetap ada akibat cuaca ekstrem. Menghadapi fenomena El Nino dan kemarau panjang, Kementerian LH telah resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota di Indonesia.
Jumhur meminta para kepala daerah secara tegas melakukan langkah mitigasi di wilayah TPA masing-masing:
• Datangi langsung lokasi TPA untuk mengecek kesiapan sistem.
• Larang keras aktivitas merokok atau memicu api di sekitar area sampah.
• Siagakan armada pemadam kebakaran di titik terdekat TPA.
• Buat sumber air darurat (membuat lubang galian berlapis terpal yang diisi air) sebagai langkah preventif.
Terkait kendala cuaca, pihak BNPB berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan awan potensial. Dalam waktu 6 hingga 7 hari ke depan, pemerintah berencana menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk memastikan seluruh bara api padam total.
Dampak Kesehatan dan Rencana Relokasi Warga