Senin, 06 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Kebakaran TPA Jatiwaringin: 102 Warga Mengungsi, 22 Orang Terkena ISPA

RF
Tim Redaksi
05/07/2026, 12:00 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kebakaran TPA Jatiwaringin: 102 Warga Mengungsi, 22 Orang Terkena ISPA

TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, diselimuti asap tebal. (rfh)

TANGERANG, FIN.CO.ID  – Sebanyak 102 warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin saat ini terpaksa mengungsi di posko darurat, sementara 22 orang di antaranya dilaporkan mulai terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memastikan seluruh korban pengungsian dan pasien ISPA telah mendapatkan penanganan medis intensif dari pihak Puskesmas serta Dinas Kesehatan setempat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan logistik dan kesehatan masyarakat yang terdampak. Hal itu disampaikannya saat mendampingi Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, meninjau langsung lokasi TPA Jatiwaringin pada Sabtu, 4 Juli 2026.

"Alhamdulillah sudah kita siapkan tempatnya, tempat tidurnya, kebutuhan sehari-harinya, termasuk dengan pemeriksaan kesehatannya. Dinas Kesehatan maupun Puskesmas tidak hanya standby di posko tetapi hadir door to door mendatangi rumah-rumah," ujar Maesyal Rasyid.

Pemkab Tangerang telah menyediakan dua titik pengungsian sementara, yaitu di Kantor Desa Tanjakan dan Kantor Desa Rajeg Mulya. Guna mempercepat penanganan, status kedaruratan selama 14 hari juga telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

"SOP tanggap darurat sesuai dengan peraturan perundangan sudah dilakukan melalui SK Bupati tentang status kedaruratan selama 14 hari, tetapi mudah-mudahan ini lebih cepat penanganannya supaya ini juga bisa kita atasi," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Wamen LH Diaz Hendropriyono menjelaskan bahwa pemadaman di TPA Jatiwaringin memiliki tantangan berat mirip kebakaran lahan gambut. Meski permukaan terlihat padam, bara api di lapisan bawah masih aktif dipicu oleh kandungan gas metana (CH4) yang rawan meledak.

Untuk memetakan titik api (hotspot), Kementerian LH kini menerjunkan drone pemantau yang dikoordinasikan dengan pihak bandara, serta menyiagakan Mobile Monitoring System untuk mengukur kualitas udara di sekitar lokasi.

"Kementerian Kehutanan juga telah membantu kami memadamkan api. Sebanyak 30 personel dari Jawa Barat dan Sulawesi yang ahli dalam memadamkan gambut diturunkan ke sini," kata Diaz.

Diaz mengapresiasi langkah cepat Pemkab Tangerang dalam mengantisipasi dampak kesehatan warga. Selain itu, ia juga mengingatkan Pemkab Tangerang untuk menjaga lahan seluas 5 hektar yang dialokasikan untuk program Waste to Energy (WTE) agar program strategis dari Presiden Prabowo tersebut tetap berjalan sesuai rencana.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya