Jumat, 03 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Begini Awal Mula Kebakaran TPA Jatiwaringin, Gas Metan dan Angin Kencang Picu Api Cepat Merembet

RF
Tim Redaksi
02/07/2026, 17:58 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Begini Awal Mula Kebakaran TPA Jatiwaringin, Gas Metan dan Angin Kencang Picu Api Cepat Merembet

Kondisi di lokasi kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang - Foto: Rikhi Ferdian

fin.co.id -  Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Selasa (30/6/2026) pagi. Angin kencang dan produksi gas metana dari gunungan sampah membuat api cepat meluas hingga menghanguskan area sekitar 15 hektar. Pemerintah daerah kini telah menetapkan status tanggap darurat serta mengerahkan helikopter bom air (water bombing) untuk memadamkan api di titik yang sulit dijangkau.

Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menjelaskan, kobaran api pertama kali muncul pada Selasa sekitar pukul 07.30 WIB. Meski sempat direspons cepat oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), embusan angin yang sangat kuat memicu api merembet ke titik penimbunan sampah lainnya.

"Kami segera menambah armada pemadam kebakaran bantuan dari BPBD, DLHK, hingga PLTU, dengan total sekitar 15 unit armada darat," ujar Maesyal saat meninjau lokasi kebakaran, Kamis (2/7/2026).

Hingga Rabu siang, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melokalisasi api. Kendala utama di lapangan adalah tiupan angin kencang yang terus berubah arah serta tingginya gunungan sampah yang tidak bisa diakses oleh selang armada pemadam darat.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak dua unit helikopter pengebom air dikerahkan dari Pondok Cabe untuk melakukan pemadaman dari udara.

Warga Dievakuasi dan Aliran Sampah Dialihkan

Dampak asap pekat yang mengarah ke permukiman warga memaksa pemerintah daerah mengambil langkah cepat evakuasi. Sebanyak 62 jiwa dari 30 kepala keluarga (KK) saat ini telah diungsikan sementara ke Kantor Kepala Desa Tanjung Mekar.

"Kebutuhan logistik, kasur, makanan, hingga pemeriksaan kesehatan dari puskesmas setempat sudah kami siagakan penuh. Sejauh ini, kondisi warga di pengungsian dalam keadaan sehat," kata Maesyal. Posko kesehatan juga terus memetakan wilayah selatan yang kini mulai terdampak pergeseran arah asap.

Di sisi lain, antrean truk pengangkut sampah sempat mengular hingga Rabu dini hari karena akses utama TPA terdampak kebakaran. Mengantisipasi kelumpuhan total, Pemkab Tangerang mengalihkan pembuangan muatan ke lahan parkir kosong di sekitar TPA yang berfungsi sebagai tempat penampungan sementara. Langkah ini diambil agar operasional pengangkutan sampah harian di Kabupaten Tangerang tetap berjalan normal.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya