Rabu, 01 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Kabupaten Tangerang Gandeng Guru BK untuk Tekan Penularan HIV/AIDS pada Remaja

RF
Tim Redaksi
30/06/2026, 18:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kabupaten Tangerang Gandeng Guru BK untuk Tekan Penularan HIV/AIDS pada Remaja

Lokakarya penanggulangan HIV/AIDS di Universitas Esa Unggul Kampus Tangerang, Panongan - Foto: Rikhi Ferdian

fin.co.id -  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang menggandeng guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMAN dan SMKN untuk menekan penyebaran HIV/AIDS di kalangan remaja. Sinergi ini diwujudkan melalui lokakarya penanggulangan HIV/AIDS di Universitas Esa Unggul Kampus Tangerang, Panongan, Senin (30/6/2026), guna merespons tingginya penularan pada usia produktif.

Berdasarkan data KPA Kabupaten Tangerang hingga Desember 2025, akumulasi kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut telah mencapai 6.156 kasus. Rinciannya terdiri dari 4.734 kasus HIV dan 1.422 kasus AIDS yang tersebar merata di seluruh kecamatan. Melihat tren peningkatan yang didominasi usia produktif 15–64 tahun, kelompok remaja usia 10–24 tahun kini menjadi target proteksi utama.

Sekretaris KPA Kabupaten Tangerang Efi Indarti menyatakan, penyebaran kasus yang merata di semua kecamatan menuntut tindakan nyata yang mendesak dari dunia pendidikan.

"Guru BK adalah benteng psikologis sekaligus edukator utama siswa di sekolah. Kita tidak hanya bicara soal pencegahan angka kasus baru, melainkan bagaimana menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan bebas dari stigma terhadap mereka yang terdampak," ujar Efi di Tangerang, Senin.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD Disdik) Kabupaten Tangerang Ahmad Suhaeri menyoroti besarnya tantangan remaja di jenjang SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan budaya.

Ia mengimbau para guru BK segera menyusun Panduan Prosedur Operasional Standar (SOP) untuk mendeteksi perilaku berisiko sekaligus menangani siswa yang terpapar HIV. “Agar nanti kita memiliki SOP yang jelas yang dapat melindungi anak-anak kita,” kata imbuhnya.

Melalui lokakarya ini, para guru BK dibekali kemampuan deteksi dini perilaku berisiko serta strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang adaptif bagi remaja. Mereka diharapkan menjadi jembatan informasi tepercaya sekaligus agen penghapus stigma dan diskriminasi di sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 perwakilan guru BK dari 33 SMAN dan 7 SMKN di Kabupaten Tangerang.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya