Sabtu, 04 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

TPA Jatiwaringin Kebakaran, Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang Tersendat

RF
Tim Redaksi
02/07/2026, 13:23 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
TPA Jatiwaringin Kebakaran, Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang Tersendat

Pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang kini dilaporkan tersendat karena kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id -  Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk mulai berdampak buruk bagi warga. Pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang kini dilaporkan tersendat dan mengalami keterlambatan.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas pembuangan di TPA yang tidak bisa berjalan normal akibat amukan si jago merah.

Dampak keterlambatan ini sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di kawasan yang dijuluki Kabupaten Seribu Industri tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh Pujianto, warga Perumahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis.

Ia mengaku sampah di lingkungan rumahnya sudah tertahan selama dua hari terakhir sejak kebakaran TPA Jatiwaringin meluas.

"Sudah dua hari ini sampah enggak diangkut. Padahal biasanya hari Selasa atau Rabu itu jadwal rutin pengangkutan," kata Pujianto, Kamis (2/7/2026).

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Hari Mahardika, membenarkan adanya kendala tersebut.

Hari menjelaskan bahwa area pembongkaran sampah di TPA kini menjadi sangat terbatas. Selain itu, alat berat yang biasa dipakai untuk meratakan sampah terpaksa dialihkan untuk membantu memadamkan api.

"Sedikit banyak terganggu karena area buangan terbatas. Tadinya kita punya sekitar tiga hektare, sekarang hanya sisi kanan saja yang bisa digunakan untuk pembongkaran. Alat berat juga fokus untuk penanganan pemadaman api," ujar Hari saat dikonfirmasi via telepon.

Meski armada truk pengangkut sampah tetap beroperasi seperti biasa, proses pembuangan menjadi jauh lebih lama. Truk-truk sampah harus rela mengantre panjang karena hanya bisa mengandalkan satu titik bongkar muat.

Menurut data DLHK, TPA Jatiwaringin masih harus menampung sekitar 1.200 hingga 1.300 ton sampah setiap harinya dari seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.

Sebagai solusi darurat agar pelayanan tidak lumpuh total, DLHK kini tengah menerapkan Prosedur Operasional Standar (SOP) baru.

"Kami sudah siapkan SOP baru untuk lokasi pembuangan di sisi sebelah barat. Cuma memang prosesnya lebih lambat karena semuanya terfokus di satu titik," tambah Hari.

Insiden kebakaran di TPA Jatiwaringin ini sendiri terjadi sejak Selasa (30/6/2026) siang. Api diduga kuat muncul akibat cuaca panas ekstrem yang membakar gas metana di dalam gunungan sampah. Petugas gabungan masih terus berjibaku di lapangan dengan mengerahkan armada mobil pemadam kebakaran.

Guna mempercepat proses pemadaman, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat. Pemerintah daerah juga resmi mengajukan bantuan helikopter water bombing (bom air) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya