Jumat, 26 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Sengketa Lahan di Cisoka, Warga Gelar Aksi Salat di Jalan dan Hadang Alat Berat

RF
Tim Redaksi
25/06/2026, 19:45 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sengketa Lahan di Cisoka, Warga Gelar Aksi Salat di Jalan dan Hadang Alat Berat

Aksi unjuk rasa menolak penggusuran paksa Perumahan Kemuning Permai Cisoka, Kabupaten Tangerang. (rfh)

fin.co.id -  Ratusan warga Kampung Kemuning, Desa Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa menolak penggusuran paksa Perumahan Kemuning Permai Cisoka pada Kamis (25/6/2026). Warga nekat menghadang hingga menduduki alat berat jenis ekskavator untuk menggagalkan eksekusi lahan yang disiapkan oleh aparat.

Aksi saling dorong dan ketegangan sempat mewarnai jalannya penolakan tersebut. Warga setempat geram karena kediaman mereka hendak dibongkar paksa oleh PT Gradya Murni Utama yang mengklaim sebagian tanah di kawasan tersebut sebagai milik perusahaan.

Padahal, puluhan warga mengaku sudah menempati lahan tersebut secara turun-temurun sejak lama. Meskipun status tanah tersebut konon merupakan lahan garapan, warga dan sejumlah ahli waris tetap bersikukuh mempertahankan tempat tinggal mereka.

Sebagai bentuk protes keras, salah satu ahli waris bahkan nekat melakukan aksi salat dan ritual keagamaan di tengah jalan tepat di depan alat berat. Isak tangis dan teriakan histeris warga juga menggema di lokasi demi menahan pergerakan buldozer.

Salah satu putra ahli waris, Isra, menegaskan bahwa warga tidak akan menyerah menghadapi penggusuran paksa ini. Dengan nada kecewa, ia menuntut kehadiran pihak pemerintah desa setempat untuk mengusut tuntas legalitas klaim tanah tersebut.

"Mana Kepala Desa, suruh hadir ke sini. Ayo kita buktikan siapa yang sesungguhnya mafia tanah," teriak Isra di lokasi kejadian.

Jalannya aksi unjuk rasa ini dikawal ketat oleh aparat gabungan dari Satpol PP, Kepolisian, dan TNI. Hingga pukul 13.30 WIB, eksekusi lahan belum dapat terlaksana karena puluhan warga masih bertahan menduduki ekskavator.

Akibat peristiwa ini, akses lalu lintas di jalan umum sekitar perumahan lumpuh total. Badan jalan yang tertutup oleh alat berat dan kerumunan massa membuat kendaraan para pengguna jalan yang melintas tersendat dan mengalami kemacetan panjang.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya