Wali Kota Tangsel Tekankan Literasi Digital demi Lindungi Perempuan dan Anak
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, saat diwawancara wartawan. (rfh)
fin.co.id - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menekankan pentingnya peningkatan literasi digital sebagai langkah strategis untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Benyamin menyatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini harus diimbangi dengan pemahaman serta pengawasan yang ketat. Hal itu diperlukan agar ekosistem digital tetap aman dan produktif bagi generasi muda.
"Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi. Karena itu, kita perlu memastikan perempuan dan anak memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab," ujar Benyamin di Tangerang Selatan, Senin (22/6/2026).
Menurut Benyamin, kemajuan teknologi digital memang memberikan banyak dampak positif, seperti kemudahan akses informasi, pendidikan, dan layanan publik. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan baru, khususnya bagi kelompok rentan seperti perempuan dan anak.
Ia menyebutkan bahwa kelompok tersebut sangat rawan menjadi sasaran perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, eksploitasi, hingga tindak kejahatan berbasis teknologi.
Oleh karena itu, Benyamin menegaskan bahwa esensi literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat. Masyarakat juga harus mampu memilah informasi, menjaga keamanan data pribadi, mengenali ancaman cyber, serta menerapkan etika berkomunikasi di media sosial.
Guna mewujudkan ruang digital yang aman, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel kini terus menggalakkan program edukasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas.
Benyamin menggarisbawahi bahwa keluarga merupakan benteng pertahanan utama dalam membentuk kebiasaan digital yang sehat. Orang tua diimbau tidak hanya memfasilitasi anak dengan gawai, tetapi juga aktif mendampingi aktivitas digital mereka.
"Pengawasan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital," tuturnya.
Selain lingkungan keluarga, lembaga pendidikan juga diminta mengambil peran strategis untuk menanamkan pemahaman terkait etika digital dan keamanan siber sejak dini.
Benyamin memastikan bahwa Pemkot Tangsel tidak bisa berjalan sendiri dalam mengatasi isu ini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan untuk berkolaborasi membangun lingkungan yang ramah perempuan dan anak, baik di dunia nyata maupun maya.