Polisi Selidiki Kasus Tabrak Lari yang Menewaskan Tokoh Pramuka Tangerang
Anggota Pramuka saat menghadiri pemakaman Kak Herman, tokoh Pramuka Tangerang yang meninggal dunia diduga korban tabrak lari - Foto: Warta Pramuka
fin.co.id - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang tengah menyelidiki kasus dugaan tabrak lari yang menewaskan veteran sekaligus tokoh Pramuka Tangerang, R. Herman Imam Sulistio (71). Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Serang Km. 11, Desa Bitung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang pada Minggu (7/6/2026) dini hari sekira pukul 01.15 WIB.
Korban yang akrab disapa Kak Herman tersebut dikenal luas oleh masyarakat karena dedikasinya bersepeda menggunakan seragam Pramuka lengkap dalam setiap kegiatannya.
Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Sandro, membenarkan adanya dugaan tabrak lari yang mengakibatkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Terkait hal yang ditanyakan, dapat kami sampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Serang Km. 11, Desa Bitung, Kecamatan Cikupa. Kecelakaan lalu lintas itu menyebabkan seorang meninggal dunia yakni H, berusia 71 tahun," ujar Ipda Sandro saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
Kecelakaan maut bermula ketika korban sedang mengayuh sepeda gowes kesayangannya. Sebuah kendaraan yang melaju dari arah Bitung menuju Cikupa diduga kuat menabrak korban dan langsung melarikan diri dari lokasi.
Pihak Kepolisian menegaskan tidak tinggal diam. Sesaat setelah menerima laporan dari warga, personel Satlantas Polresta Tangerang langsung dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah mendapat laporan, personel Satlantas Polresta Tangerang langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban ke RS Balaraja, meminta keterangan saksi, dan melaksanakan olah TKP," lanjut Ipda Sandro.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan petunjuk kuat guna mengungkap identitas kendaraan yang terlibat.
"Dapat kami sampaikan, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah sepeda gowes yang dikendarai korban H dengan kendaraan yang belum diketahui, yang saat ini sedang kami selidiki. Kami juga menyisir sekitar lokasi untuk mendapatkan bukti petunjuk agar peristiwa tersebut dapat segera diungkap. Anggota sudah berangkat langsung semalam untuk telusuri ranmornya (kendaraan bermotor)," tegas Ipda Sandro menutup keterangannya.
Jenazah almarhum Kak Herman telah dimakamkan dengan prosesi upacara penghormatan kepramukaan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawa Kucing, Kota Tangerang.