Selasa, 28 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Jadi Kemarau Terpanjang, Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang Salurkan Air Bersih di Tigaraksa 

RF
Tim Redaksi
28/07/2026, 18:17 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Jadi Kemarau Terpanjang, Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang Salurkan Air Bersih di Tigaraksa 

Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak di Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (sub)

TANGERANG, FIN.CO.ID – Musim kemarau tahun ini tercatat sebagai salah satu yang paling panjang dan terik dalam beberapa dekade terakhir, memicu lonjakan potensi kekeringan ekstrem di berbagai wilayah Provinsi Banten. merespons kondisi darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak di Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa cuaca ekstrem tahun ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia menginstruksikan seluruh bupati dan wali kota di Banten untuk memperketat pemantauan wilayah guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tidak terganggu.

"Musim kemarau tahun ini merupakan salah satu yang paling panjang dan terik dalam beberapa dekade terakhir, sehingga potensi kekeringan meningkat di berbagai daerah. Karena itu, kami meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten untuk terus memantau wilayah yang mengalami kekeringan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air minum, dapat terpenuhi," ujar Andra Soni saat meninjau langsung lokasi pendistribusian.

Andra menambahkan, selain memastikan pasokan air rutin dari PDAM berjalan lancar, pihak Pemprov Banten juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan penelitian geologis. Langkah ini diambil guna menentukan titik koordinat dan kedalaman pengeboran sumur sebagai solusi jangka panjang.

Di tempat yang sama, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan apresiasi mendalam atas respons cepat dan kehadiran langsung Gubernur Banten di tengah masyarakat yang sedang kesulitan.

"Alhamdulillah, saya atas nama masyarakat Desa Margasari dan Kelurahan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Gubernur bersama Ibu yang sudah peduli terhadap kondisi masyarakat kami yang mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih," kata Maesyal Rasyid.

Untuk penanganan jangka pendek, Maesyal memastikan distribusi air bersih akan dipasok secara rutin melalui Perumda Tirta Kerta Raharja (TKR). Sementara untuk strategi jangka panjang, Pemkab Tangerang dan Pemprov Banten telah sepakat berbagi tugas dalam pembangunan infrastruktur air.

"Pak Gubernur bersama PDAM Kabupaten Tangerang akan rutin mendistribusikan air bersih ke wilayah ini. Untuk jangka panjang, kami juga sudah berbagi tugas dengan Pemerintah Provinsi Banten. Nantinya ada pembangunan toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama agar tidak tumpang tindih. Yang paling penting, kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera teratasi," imbuh Bupati.

Aksi cepat tanggap ini mendapat sambutan positif dari warga setempat. Siti Juleha, salah seorang warga Kelurahan Kadu Agung, mengaku sangat terbantu dengan pasokan air yang dikirimkan oleh pemerintah daerah selama masa paceklik air ini.

"Alhamdulillah kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih. Saat musim kemarau ini kami memang mengalami kekeringan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan Pak Gubernur atas kepeduliannya kepada masyarakat," tutur Siti, seraya menambahkan bahwa armada Perumda TKR bahkan rutin mengirimkan bantuan air hingga beberapa kali dalam sehari.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya