Selasa, 28 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Sumur Kering Akibat Kemarau, Sudah Dua Bulan 100 KK di Tigaraksa Krisis Air Bersih

RF
Tim Redaksi
28/07/2026, 19:04 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sumur Kering Akibat Kemarau, Sudah Dua Bulan 100 KK di Tigaraksa Krisis Air Bersih

Krisis air bersih melanda warga Kampung Kadu Agung, RT 01/RW 04, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (BE)

TANGERANG, FIN.CO.ID – Krisis air bersih kembali melanda warga Kampung Kadu Agung, RT 01/RW 04, Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Akibat musim kemarau, sumur warga mengering sejak dua bulan terakhir hingga memaksa sekitar 100 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut bergantung sepenuhnya pada bantuan air bersih.

Salah seorang warga terdampak, Nurhayati (41), mengungkapkan bahwa debit air sumur di rumahnya menyusut drastis dan hanya bisa menghasilkan sedikit air pada pagi hari. Keterbatasan ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan harian seperti mandi, mencuci, dan memasak.

"Kalau pagi paling dapat dua ember. Siang satu ember, malam juga paling satu ember. Setelah itu sudah tidak keluar lagi. Kalau tidak ada bantuan air, kami bingung," ujar Nurhayati, Selasa (28/7/2026).

Menurut Nurhayati, fenomena kekeringan ini merupakan persoalan berulang setiap tahun. Bahkan pada tahun lalu, krisis air bersih di wilayahnya berlangsung hingga tujuh bulan, sementara tahun ini dampak kemarau mulai dirasakan sejak dua bulan lalu.

Untuk menjaga ketersediaan air, pasokan air bersih dari tangki bantuan rutin diisikan ke toren penampungan warga setiap dua hari sekali. Warga yang terkendala biaya untuk membeli air galon isi ulang terpaksa merebus air bantuan tersebut untuk kebutuhan konsumsi.

Mengingat luasnya area terdampak, warga berharap pemerintah daerah menambah titik toren penampungan di area pemukiman atas agar warga tidak perlu berjalan terlalu jauh.

"Harapannya toren jangan hanya satu tempat. Kalau bisa ditambah di bagian atas supaya warga tidak terlalu jauh mengambil air. Semoga selama musim kemarau bantuan air bersih tetap ada supaya warga tidak kekurangan," pungkas Nurhayati.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya