Rabu, 17 Juni 2026
--°C --
-- · --
News

Daya Beli Lesu, Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Anjlok

RFH
25/05/2026, 16:28 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Daya Beli Lesu, Penjualan Hewan Kurban di Kabupaten Tangerang Anjlok

Penjualan hewan kurban di Kabupaten Tangerang, belum menunjukkan lonjakan signifikan mendekati Hari Raya Idul Adha 1447 H. (BE)

fin.co.id -  Penjualan hewan kurban di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten, belum menunjukkan lonjakan signifikan meski Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah semakin dekat. Sejumlah pedagang mengeluhkan transaksi tahun ini yang cenderung melambat dibandingkan musim kurban tahun lalu.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan oleh Andi, pedagang kambing kurban di kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Ia mengaku jumlah pembeli yang mendatangi lapaknya masih sangat minim. Hingga kini, angka penjualan di lapaknya belum mampu mendekati target tahunan.

"Biasanya menjelang Idul Adha mulai ramai dan penjualan naik. Tahun kemarin bisa terjual lebih dari 40 sampai 50 ekor, sekarang masih belasan," ujar Andi melansir Banten Eksplore, Senin (25/5/2026).

Pada musim kurban tahun ini, Andi mendatangkan hampir 80 ekor kambing dari wilayah Cianjur dan Garut, Jawa Barat. Ia memastikan seluruh hewan kurban yang dipasarkannya telah lolos pemeriksaan kesehatan dari instansi terkait.

Advertisement

Meski stok melimpah, puluhan kambing miliknya terpantau masih tertahan di dalam kandang. Sepinya pemesanan membuat Andi memilih untuk menahan diri menambah pasokan baru.

"Awalnya datang sekitar 53 ekor, total stok hampir 80. Biasanya kalau mendekati Lebaran nambah stok lagi, tapi sekarang belum berani karena yang ada juga masih banyak," katanya.

Andi menilai, penurunan omzet ini dipicu oleh daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya. Selain faktor ekonomi, menjamurnya pedagang hewan kurban musiman di berbagai sudut jalan membuat persaingan pasar menjadi semakin ketat.

Meskipun pasar sedang lesu, kambing jenis Garut tercatat masih menjadi varietas yang paling banyak dicari oleh konsumen. Karakteristik fisik yang besar dan tegap menjadi alasan utama tingginya minat pembeli terhadap jenis tersebut.

Guna menarik minat masyarakat di tengah situasi pasar yang belum stabil, Andi memilih untuk tidak menaikkan harga jual secara signifikan. Hewan kurban di lapaknya dibanderol mulai dari Rp3 juta hingga Rp7 juta per ekor, tergantung pada ukuran dan bobot tubuh kambing.

"Kalau harga dari peternak memang biasanya naik menjelang Idul Adha, tapi di sini kami coba tahan supaya pembeli tetap ada," pungkas Andi.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis
FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang Raya