News . 02/11/2026, 16:15 WIB

Proyek Revitalisasi Mangkrak, Ratusan Pedagang Pasar Kronjo Tangerang Gulung Tikar! 

Penulis : Rikhi Ferdian  |  Editor : Rikhi Ferdian

TANGERANG, FIN.CO.ID — Sedikitnya 200 pedagang Pasar Kronjo di Kabupaten Tangerang, gulung tikar. Kondisi ini ditengarai terjadi akibat mangkraknya proyek revitalisasi pasar yang dikerjakan oleh pihak pengembang, PT Trivalenia Citra Utama (TCU).

Persoalan yang membelit ratusan pedagang tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara para pihak terkait dengan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang di ruang rapat gabungan DPRD setempat, Senin (2/11/2026). Rapat dihadiri perwakilan Komunitas Pedagang Pasar Kronjo (KPPK), jajaran direksi Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR), Camat Kronjo, serta perwakilan PT TCU.

"Mereka gulung tikar dan kini menganggur, entah sampai kapan ini akan berlangsung. Ini diperparah bersamaan munculnya wabah Covid-19 sejak beberapa tahun lalu dan dampaknya terus berlanjut hingga kini," ujar tokoh pedagang Pasar Kronjo, H. Aspuri.

Menurut perwakilan pedagang lainnya, Ade I, harapan warga pasar untuk memperbaiki taraf ekonomi sempat tumbuh saat proyek revitalisasi diumumkan. Namun, rencana tersebut pupus setelah harga sewa kios atau lapak baru yang ditawarkan pengembang dinilai terlampau tinggi.

"Tapi itu semua jadi pupus lantaran harga yang ditawarkan sangat jauh dari kemampuan pedagang," kata Ade.

Selain persoalan harga, pedagang juga mengeluhkan fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang dibangun pengembang di bawah peil banjir. Akibatnya, lokasi jualan darurat tersebut kerap terendam banjir hingga merusak barang dagangan.

"Sehingga kalau banjir TPS jadi becek, bahkan barang-barang pedagang pun terendam dan banyak yang hanyut," ungkap Ade.

Menyikapi hal itu, pedagang berinisiatif membangun TPS Gotong Royong secara mandiri di lokasi yang lebih tinggi agar tetap bisa berniaga. Pihak otoritas wilayah setempat pun membenarkan adanya ketidakpastian nasib pedagang akibat tersendatnya proyek ini.

"Kasihan juga mereka sejak 2019 nasibnya terkatung-karung. Semoga segera ada jalan keluar," ujar Camat Kronjo, M. Mumu Muklis.

Di sisi lain, proyek revitalisasi pasar dengan luas lahan hampir 9.000 meter persegi ini diestimasi menelan investasi sebesar Rp 18 miliar. Dari data eksisting awal sebanyak 500 pedagang, kini tercatat hanya tersisa 105 pedagang yang melanjutkan cicilan tempat berdagang.

"Saya pastikan mereka itu orang baru yang tak pernah menjalin kesepakatan dengan kita," klaim pelaksana PT TCU, Jecky, merespons kehadiran perwakilan pedagang di gedung Dewan.

Meski demikian, manajemen pengembang tidak menampik bahwa aktivitas konstruksi di lapangan saat ini dalam kondisi terhenti total. Perusahaan menyatakan bahwa tenggat waktu pengerjaan proyek telah habis dan memerlukan penyesuaian dokumen kontrak.

"Jangka waktu pengerjaan proyeknya juga sudah habis, tentu ini diperlukan adendum. Tetapi yang terpenting bagi kami adalah adanya kesungguhan pedagang untuk benar-benar komitmen dengan kesepakatan yang dibuat," kata Jecky.

Guna mengurai benang kusut tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang mengambil langkah tegas. Dewan memberikan batas waktu selama dua pekan bagi pihak pengembang, Perumda Pasar NKR, dan perwakilan pedagang untuk merumuskan solusi konkret.

"Komisi 2 DPRD memberikan tenggat waktu 15 hari kepada para pihak, baik pedagang Pasar Kronjo, developer PT TCU maupun Perumda Pasar NKR agar duduk bareng mencari penyelesaian terbaik," ujar anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Yakub.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com