Minggu, 13 September 2026
--°C --
-- · --
Kesehatan

Tren HIV dan IMS Intai Remaja Tangerang, Dinkes Gandeng Disdik Jadi Benteng Pertahanan Sekolah

RF
Tim Redaksi
12/09/2026, 10:49 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Tren HIV dan IMS Intai Remaja Tangerang, Dinkes Gandeng Disdik Jadi Benteng Pertahanan Sekolah

Dinkes bersama Disdik Kabupaten Tangerang bersinerhi untuk memperketat benteng pertahanan di lingkungan sekolah demi membendung tren IMS dan HIV - Rikhi Ferdian

TANGERANG, FIN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang kini memperketat benteng pertahanan di lingkungan sekolah demi membendung tren penularan Penyakit Menular Seksual (IMS) dan HIV di kalangan remaja.

Langkah konkret ini diambil menyusul dinamika perkembangan kesehatan remaja yang kian mengkhawatirkan terkait risiko perilaku menyimpang. Guna memutus rantai penularan tersebut, guru Bimbingan Konseling (BK) dan tim Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) kini dituntut bergerak aktif sebagai garda terdepan edukasi siswa.

Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Dewi Yuliana Lestari mengungkapkan, lingkungan sekolah memegang peranan paling strategis dalam menyebarkan informasi kesehatan reproduksi yang benar. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara agresif sejak usia remaja.

"Keterlibatan aktif sekolah dan lingkungan sekitar sangat krusial demi mewujudkan generasi muda yang sehat. Kita juga harus membangun empati guna menghapus stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV)," kata dr. Dewi dalam pertemuan lintas sektor di Gading Serpong, Kamis, 10 September 2026.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dedy Haryanto menegaskan, penanganan risiko penularan virus mematikan ini tidak bisa lagi dilakukan dengan cara biasa atau sekadar seremonial.

Dedy meminta seluruh pihak sekolah meningkatkan pengawasan melalui penguatan karakter dan mental para siswa.

"Seluruh pihak harus meningkatkan pemahaman dan kontribusi sesuai kewenangannya. Dengan komitmen bersama ini, program pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang dapat berjalan optimal, menaikkan kesadaran siswa, serta menekan risiko penularan secara signifikan," tegas Dedy.

Dalam forum yang diikuti oleh 80 peserta dari Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) tingkat SMP dan elemen masyarakat ini, materi dasar terkait bahaya HIV dan IMS dipaparkan langsung oleh dr. Tri Widia Ningsih bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang. Selain itu, Aria Ahmad Mangunwibawa dari UPT Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten turut memberikan pembekalan mengenai strategi membangun karakter anak yang sehat dan produktif.

Ke depan, sinergi ini akan langsung diwujudkan lewat aksi nyata di lapangan. Puskesmas di setiap wilayah akan langsung terhubung dengan sekolah-sekolah serta lembaga pendamping masyarakat seperti KDS Bougenville Sehati untuk menciptakan lingkungan belajar yang protektif bagi masa depan generasi muda.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya