News . 06/09/2026, 14:57 WIB

Imbas Abu Anak Krakatau: 301 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Terdampak, 35 Ribu Penumpang Batal Terbang

Penulis : Rikhi Ferdian  |  Editor : Rikhi Ferdian

TANGERANG, FIN.CO.ID – Sebanyak 301 penerbangan terdampak dan sedikitnya 35 ribu penumpang batal melakukan penerbangan akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu, 6 September 2026. Langkah darurat ini diambil menyusul sebaran abu vulkanik aktif dari Gunung Anak Krakatau yang dinilai membahayakan keselamatan udara.

Branch Communication Division Head Injourney Airports Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, merinci bahwa ratusan jadwal yang terganggu mencakup penerbangan yang dibatalkan, mengalami keterlambatan (delay), hingga pengalihan pendaratan (divert) ke bandara lain.

“Jumlah tersebut terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan pers, Minggu (6/9/2026).

Di lokasi berbeda, Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dari Posko Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Menhub, otoritas bandara terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi udara di sekitar area bandara.

Pemeriksaan rutin menggunakan metode paper test dilakukan setiap 30 menit sekali guna mendeteksi keberadaan abu vulkanik di area landasan dan sekitarnya.

“Terakhir paper test di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan pukul 12.00 WIB, dan hasilnya masih positif,” kata Dudi.

Menhub menjelaskan bahwa pemerintah terus berkoordinasi intensif dengan BMKG untuk memetakan pergerakan abu vulkanik. Ia mengakui, arah angin pada setiap lapisan ketinggian sangat dinamis dan kerap berubah sewaktu-waktu, sehingga pengawasan ketat harus terus berjalan.

“Jadi, kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca tentunya sangat dinamis,” tambahnya.

Dudi menegaskan, keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Keputusan untuk membuka kembali Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya bergantung pada hasil paper test, melainkan juga mempertimbangkan analisis BMKG terkait arah angin dan sebaran abu.

“Kami akan update terus. Namun kami juga mem-referensi kepada apa yang disampaikan oleh BMKG mengenai sebaran daripada debu vulkanik tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum dapat memastikan kapan operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akan kembali berjalan normal.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com