Hukrim . 01/09/2026, 18:57 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Sebuah kotak amal di Mushola Ar-Rahman, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dibobol maling. Aksi pencurian tersebut terekam jelas oleh kamera Closed Circuit Television (CCTV) mushola dan viral di media sosial.
Dari rekaman cctv peristiwa terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 10.45 WIB. Namun, pengurus tempat ibadah tersebut baru menyadari hilangnya uang infak dua hari pasca-kejadian.
Berdasarkan rekaman video CCTV yang beredar, pelaku merupakan seorang pria yang mengenakan kemeja lengan pendek hitam bercorak putih dan celana pendek sepinggang. Sambil menggendong tas ransel, pelaku masuk ke dalam area dalam mushola secara mengendap-endap melalui jendela.
Setelah berhasil menyelinap masuk, pria tersebut langsung menuju ke posisi kotak amal tanpa terlihat kebingungan mencari letaknya. Dalam hitungan detik, ia merebahkan kotak amal tersebut dan menjebol bagian bawahnya menggunakan alat pemotong gembok.
Seluruh uang di dalamnya langsung dikuras habis dan dimasukkan ke dalam tas ransel sebelum melarikan diri lewat jendela yang sama.
Pengurus Mushola Ar-Rahman, Irwan mengungkapkan bahwa kecurigaan awal bermula saat pengurus melihat kotak amal dalam kondisi kosong melompong. Setelah didekati, barulah disadari bahwa bagian pengunci bawah wadah uang tersebut telah dirusak.
"Baru ketahuan tanggal 29 atau tanggal 30 lah. Karena biasanya kotak amal ini ada isinya, tetapi pas dilihat ternyata kosong. Setelah dicek di bawahnya ternyata gemboknya sudah jebol," ujar Irwan saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa, 1 September 2026.
Irwan menduga kuat bahwa pelaku sudah sangat familier dengan situasi di dalam mushola tersebut. Hal ini terlihat dari efisiensi gerak-gerik pelaku yang terekam di kamera pengawas.
"Kalau lihat dari gerak-geriknya di CCTV, kemungkinan besar orang ini bukan baru hari itu saja datang ke mushola. Soalnya dia sudah tahu letak kotak amalnya, langsung digeser dan diambil dari bawah," tuturnya.
"Kalau orang awam kan pasti melihat-lihat dulu di mana tempat kuncinya, tapi dia langsung membuka grendel tempat gemboknya itu seperti dipotong atau digunting," sambung Irwan lagi.
Pihak pengurus menaksir jumlah kerugian akibat insiden ini berkisar antara Rp200.000 hingga Rp300.000. Nominal tersebut merupakan akumulasi uang infak jamaah yang biasanya dikumpulkan rutin per dua pekan sekali.
Meski kerugian materil terhitung tidak terlalu besar, pengurus mushola mengaku resah dan khawatir jika pelaku terus melancarkan aksi serupa di tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya.
"Ya lumayan lah isinya untuk ukuran mushola kecil seperti ini. Cuma yang kita takutkan, orang ini tidak hanya beraksi di sini, tapi juga melakukan hal serupa di tempat-tempat lain," keluh Irwan.
Lebih lanjut, Irwan meyakini bahwa pria misterius di dalam video tersebut bukanlah warga lingkungan setempat. Namun, berdasarkan karakteristik fisik dan pakaiannya, pelaku diduga mirip dengan penjahat yang pernah membobol sebuah gerai laundry kiloan di sekitar area Kedaung beberapa waktu lalu.
"Kalau dari ciri-cirinya, dari warga lingkungan sini kayaknya bukan, soalnya tidak ada yang kenal. Tapi kalau mengingat pernah ada kejadian di area sini di tempat laundry dulu, ciri-ciri orangnya sama dengan yang mencuri kotak amal ini," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media