Rabu, 02 September 2026
--°C --
-- · --
News

Pasar Tradisional Tigaraksa Sepi Pengunjung, Banyak Pedagang Gulung Tikar

RF
Tim Redaksi
01/09/2026, 16:18 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Pasar Tradisional Tigaraksa Sepi Pengunjung, Banyak Pedagang Gulung Tikar

Kondisi pasar Tigaraksa yang sepi pengunjung akibat kalah saing oleh tren belanja online dan menjamurnya pasar tumpah. (Rikhi Ferdian)

TANGERANG, FIN.CO.ID -  Kondisi Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sepi pengunjung akibat kalah bersaing dengan tren belanja daring (online) serta menjamurnya pasar tumpah di wilayah tersebut.

Pengelola Pasar Gudang Tigaraksa, Acep Jayadiwira, mengungkapkan bahwa dampak dari kemudahan belanja online serta maraknya pasar kaget pada akhir pekan membuat omzet pedagang anjlok drastis. Kondisi terparah terjadi di area lantai dua pasar yang didominasi oleh pedagang komoditas pakaian.

"Kalau di lantai dua itu bener-bener parah lah, karena kita nggak bisa bersaing dengan online. Barangnya tinggal diklik, murah. Sektor sandang menjadi yang paling terpuruk karena tidak bisa bersaing dengan medsos dan toko online," ujar Acep, Selasa (1/9/2026).

Ia membeberkan, dari sekitar 350 pedagang kini hampir setengahnya sudah gulung tikar terutama para peagang di lantai atas. Selain faktor selain faktor belanja online kehadiran pasar kaget yang beroperasi setiap hari Sabtu dan Minggu di kawasan RSUD Tigaraksa hingga area Pemda turut merebut pangsa pasar mereka.

"Pada hari Minggu yang seharusnya menjadi momentum panen bagi pedagang pasar, sekitar 70 persen pembeli justru beralih ke pasar dadakan," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Tangerang guna mencari solusi penertiban pasar tumpah tersebut agar roda ekonomi pedagang di pasar tradisional tetap terjaga.

"Kalau untuk konsultasi kita sudah pernah ke Satpol PP Kabupaten untuk segera ditertibkan atau dicari solusinya. Jangan sampai hari Minggu yang tadinya pedagang pasar bisa panen, akhirnya pembeli 70 persen ke sana semua," tambahnya.

Sementara, guna memancing minat masyarakat untuk kembali berbelanja ke Pasar Gudang Tigaraksa, pihak pengelola sebenarnya telah melakukan berbagai inovasi mandiri. Mulai dari menggelar gantangan (lomba) burung berkicau hingga mengadakan kegiatan senam pagi rutin setiap hari Minggu di area pasar.

Di sisi lain, menurut dia, munculnya kompetitor baru seperti Pasar Sodong yang diduga milik swasta juga menambah beban dan persaingan ketat bagi para pedagang yang sudah ada.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Pasar Niaga Kerta Raharja selaku induk pengelola dapat meninjau ulang regulasi dan izin pendirian pasar tradisional baru yang berdekatan.

"Harusnya pemerintah meninjau ulang. Buat apa ada pasar tradisional yang dikelola sama BUMD kalau mudah banget mendirikan pasar-pasar (baru) seperti itu. Regulasinya yang harus ditekankan oleh pemerintah daerah," pungkasnya.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya