News . 02/08/2026, 11:31 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Maskapai penerbangan Batik Air memastikan penanganan insiden power bank mengeluarkan asap pada penerbangan ID-6143 rute Makassar menuju Jakarta telah dilakukan secara cepat dan tepat menggunakan peralatan keselamatan di dalam pesawat. Langkah sigap awak kabin tersebut membuat kondisi darurat dapat segera dikendalikan secara aman dan tidak berkembang lebih lanjut.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/7/2026) saat pesawat sedang mengudara dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
"Saat penerbangan berlangsung, salah satu power bank milik pelanggan mengeluarkan asap yang kemudian diikuti percikan api. Awak kabin yang terlatih langsung menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional," ujar Danang kepada FIN, Minggu (2/8/2026).
Menurutnya, selama proses penanganan di dalam kabin, pramugari dan pramugara yang bertugas bergerak melindungi penumpang. Mereka langsung memastikan keamanan seluruh penumpang sambil terus berkoordinasi secara intensif dengan kapten penerbang. Berkat mitigasi risiko yang berjalan sesuai prosedur operasional penerbangan, situasi di dalam pesawat berkode ID-6143 tersebut tetap kondusif.
"Penerbangan pun tetap dilanjutkan hingga pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang," jelasnya.
Danang memastikan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam kondisi aman tanpa cedera. Ia juga menegaskan bahwa ketentuan mengenai pembawaan dan penggunaan power bank selama penerbangan telah diberlakukan dan disampaikan kepada seluruh pelanggan.
Power bank tidak tidak diizinkan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama penerbangan. Selain itu, power bank wajib dibawa sebagai bagasi kabin, tidak diperbolehkan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage), serta tidak boleh disimpan di kompartemen bagasi kabin (overhead compartment/headrack).
"Selama penerbangan, power bank harus tetap berada dalam pengawasan pelanggan dan dapat disimpan di kantong kursi (seat pocket), di saku pakaian, atau di dalam tas pribadi berukuran kecil yang diletakkan di bawah kursi di depan pelanggan," tuturnya.
Saat ini, pihak Batik Air masih melakukan proses investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil investigasi akan menjadi dasar dalam evaluasi lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
"Batik Air mengapresiasi profesionalisme awak kabin yang bertindak cepat sesuai prosedur keselamatan sehingga kejadian dapat ditangani dengan baik. Keselamatan, keamanan penumpang," tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media