Polisi Pastikan Lansia yang Tewas di Makam Pakuhaji Meninggal karena Sakit, Tidak Ada Tanda Kekerasan
Maman (71), lansia yang ditemukan meninggal dunia di area pemakaman keluarga di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang - Foto: RFH
fin.co.id - Kepolisian Sektor Pakuhaji memastikan kematian Maman (71), lansia yang ditemukan meninggal dunia di area pemakaman keluarga di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, murni karena sakit dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono mengatakan, kesimpulan tersebut didapat setelah tim penyidik melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa tubuh korban serta area sekitar lokasi kejadian.
"Tim penyelidik tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau luka fisik pada tubuh korban. Pencarian di sekitar lokasi juga tidak menemukan barang bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana," ujar Prapto saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).
Jasad Maman pertama kali ditemukan di kawasan pemakaman milik keluarga Rahman di Kampung Blok Empetan RT 001/011, Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa bermula saat seorang warga bernama Murna (50) hendak mengantarkan makanan untuk korban. Saat tiba di lokasi, Murna menemukan warga Kampung Empetan RT 001/005 tersebut dalam posisi telungkup menggunakan kaos dan sarung merah, serta tidak merespons saat dipanggil.
Murna kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat, Misyati. Setelah memastikan korban sudah tidak bernyawa, keduanya langsung menghubungi Polsek Pakuhaji.
Berdasarkan keterangan saksi dan lingkungan sekitar, korban yang tidak bekerja ini memang diketahui dalam kondisi kurang sehat selama beberapa waktu terakhir. Maman juga dilaporkan kerap tidak pulang ke rumah.
"Dari informasi yang diperoleh dan riwayat kesehatan korban, pihak kepolisian menduga Maman wafat akibat penyakit yang dideritanya. Kasus ini murni karena kondisi kesehatan, tidak ada unsur kejahatan," kata Prapto.
Pihak keluarga yang diwakili oleh anak korban, Diana Sartika, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian sang ayah dan membuat surat pernyataan resmi untuk tidak dilakukan otopsi.
Jenazah Maman kini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum (RSU) Pakuhaji untuk menjalani proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.