News . 22/06/2026, 15:55 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengoptimalkan upaya pemadaman kebakaran yang melanda pabrik karet PT Murni Karetindo Lestari di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Senin (22/6/2026). Petugas menggunakan cairan khusus guna mempercepat pemadaman materi karet yang sulit diurai air biasa.
Kepala BPBD Kota Tangerang Mahdiar menyatakan, pihaknya mencampurkan kandungan teepol ke dalam air yang digunakan untuk menyemprot titik api. Penambahan zat kimia ini dilakukan guna menghasilkan busa tebal yang efektif mengikat oksigen pada material karet yang terbakar.
"Bahan pabrik yang terbakar memang dalam jumlah cukup banyak dan sulit dipadamkan dalam waktu cepat jika hanya menggunakan air. Oleh karena itu, kami menambahkan teepol untuk memastikan efektivitas penanganan," ujar Mahdiar saat meninjau lokasi kebakaran, Senin.
Mahdiar menjelaskan, proses penjinakan api sempat mengalami hambatan pada Senin pagi lantaran sumber air milik perusahaan mulai mengering. Namun, pasokan air kini dipastikan kembali aman setelah BPBD berkoordinasi dengan instansi lain.
Sejumlah armada pengangkut air tambahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang dan Perumda Tirta Benteng telah dikerahkan ke lokasi untuk menjamin kelancaran suplai air.
"Kami terus bergerak untuk memastikan suplai air yang dibutuhkan tidak ada hambatan lagi. Posisi suplai air sekarang sudah aman," kata Mahdiar.
Permukiman warga aman
Hingga Senin siang, BPBD Kota Tangerang telah melokalisir titik api di dalam area pabrik. Langkah mitigasi ini dipastikan berhasil memutus potensi perambatan api ke kawasan permukiman padat penduduk yang berada di sekitar area industri tersebut.
Sebanyak 90 personel pemadam kebakaran masih disiagakan di lapangan untuk melakukan proses pemadaman dan pendinginan. Petugas menargetkan pemadaman dapat rampung sepenuhnya hari ini guna meminimalisasi dampak polusi udara bagi warga sekitar.
"Proses pemadaman masih berlangsung. Semoga bisa tuntas hari ini karena asap pekat yang ditimbulkan dapat mengganggu masyarakat sekitar," tutur Mahdiar.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD bersama pihak manajemen PT Murni Karetindo Lestari masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian materiil akibat kebakaran yang terjadi sejak Minggu malam tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media