Terjebak Dalam Tren Negatif, Persita Seolah "Hanya Bertahan Hidup" di Liga 1
Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena. (Dok)
fin.co.id - Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Persijap Jepara setelah dibungkam dengan skor telak 3-0 pada laga pekan ke-32 BRI Super League 2025-2026 di Banten International Stadium, Minggu (10/5/2026) sore.
Hasil ini memperpanjang tren negatif Persita Tangerang dalam dua bulan terakhir. Meski sempat tampil solid di awal musim, Persita kini tampak kehilangan arah dalam menjaga konsistensi di papan atas.
Sebagaimana pernah diulas FIN sebelumnya, Persita Tangerang seakan terjebak dalam siklus yang sama. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini seolah hanya mematok target lolos dari jerat degradasi, mengingat performa mereka yang terus terseok-seok di setiap musim Liga 1.
Tanpa menunjukkan taji untuk bersaing di papan atas, klub sepak bola kebanggan warga Tangerang ini seolah bermain hanya untuk sekadar bertahan hidup di kasta tertinggi, keberhasilan lolos dari degradasi sudah seperti menjadi pencapaian puncak.
Kalah telak dari Persijap Jepara, pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan bahwa timnya memulai laga dengan inisiatif menyerang dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, kesalahan individu dan komunikasi menjadi bumerang yang menghancurkan mental bertanding anak asuhnya.
"Kami memulai permainan lebih baik dan menciptakan peluang, tetapi kesalahan yang seharusnya tidak terjadi membuat kami tertinggal 0-1. Saya paham karakter tim saya, ketika lawan mencetak gol lebih dulu, kami menghadapi tembok besar untuk bisa bangkit," ujar Pena dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pena juga memaparkan bagaimana mandulnya barisan penggempur yang menjadi akar masalah kegagalan meraih poin. "Secara pertahanan kami kuat, tetapi di lini serang kami kehilangan sosok 'pembunuh' di kotak penalti yang bisa pembuat perbedaan. Kami sudah mencoba banyak opsi, namun keran gol kami masih tersumbat," tambahnya.
Kekalahan ini tentunya memicu rasa frustrasi di kalangan pendukung. Namun, Pena meminta semua pihak untuk tetap jernih melihat performa tim secara keseluruhan musim ini. Ia mengingatkan bahwa Persita sempat menduduki posisi kelima sebelum jeda kompetisi.
Kini, Persita harus segera berbenah di tengah badai cedera dan akumulasi kartu yang menimpa sejumlah pemain pilar. Klub yang dipimpin Ahmed Zaki Iskandar sebagai presiden klub tersebut dijadwalkan akan melakoni laga tandang melawan Malut United dan menutup musim kontra Persis Solo.
"Kami akan tetap profesional dan berusaha mengincar poin maksimal di dua laga tersisa," tandas Pena.
Kapten tim, Muhamad Toha menuturkan, bahwa Persita sempat memiliki harapan untuk menyamakan kedudukan di babak kedua sebelum kesalahan komunikasi kembali berujung gol bagi lawan.
"Di babak pertama kami punya kesempatan mencetak gol duluan, tapi malah kebobolan. Di babak kedua kami coba lagi menyamakan kedudukan, tapi ada kesalahan komunikasi dengan penjaga gawang. Kami harus memetik pelajaran berharga dari kekalahan ini untuk laga selanjutnya," kata Toha.