Warga Tangerang Wajib Tahu! Kini Ada Kampung Al-Qur'an di Mauk
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meresmikan Kampung Al-Qur’an di Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk. (Rikhi Ferdian)
TANGERANG, FIN.CO.ID — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah meresmikan Kampung Al-Qur’an di Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Sabtu (31/10/2026). Kehadiran pusat kegiatan keagamaan ini diproyeksikan menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta wadah penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam narasinya, sarana ini dirancang tidak sekadar sebagai tempat belajar membaca dan memahami kitab suci. Lebih dari itu, kawasan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat secara berkelanjutan.
"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan Kampung Al-Qur’an ini. Kehadirannya menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat terhadap pendidikan keagamaan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an," ujar Maesyal Rasyid, dikutip Senin (2/11/2026).
Selain menekankan pentingnya fondasi moral keagamaan, Bupati Tangerang juga menyoroti aspek kesiapan sumber daya manusia menghadapi tantangan zaman. Ia mendorong generasi muda setempat untuk menyeimbangkan bekal spiritual tersebut dengan peningkatan kompetensi nyata melalui program-program di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tangerang.
Baca Juga
Langkah sinkronisasi antara pendidikan karakter dan keterampilan kerja ini dinilai krusial agar masyarakat memiliki daya saing tinggi. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh inisiatif swadaya yang mampu meningkatkan kualitas hidup warga di berbagai sektor.
"Saya mengajak masyarakat, terutama para pemuda dan pencari kerja, untuk tidak ragu mendaftarkan diri mengikuti pelatihan di BLK. Di sana masyarakat dapat meningkatkan kemampuan, memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, sehingga memiliki bekal dan daya saing yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja maupun membuka peluang usaha secara mandiri," tambah Maesyal.
Gagasan awal pembangunan ruang pembinaan keagamaan yang inklusif ini diinisiasi oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Hj. Aida. Menurutnya, proyek ini lahir dari semangat untuk menyediakan fasilitas keagamaan yang aksesibel dan memberikan dampak konkret bagi kemaslahatan umat.
Fasilitas ini diharapkan menjadi inkubator lahirnya generasi baru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memegang teguh tuntunan agama. Ikhtiar bersama ini diarahkan penuh pada perbaikan kualitas sosial kemasyarakatan lewat jalur edukasi islami.
"Kami berharap Kampung Al-Qur’an ini dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang lebih baik melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan," tutur Hj. Aida.
Secara teknis operasional, Ketua Yayasan Kampung Al-Qur’an, Usep Saparudin, menjelaskan bahwa tempat ini memfasilitasi berbagai program dakwah berkala. Aktivitas di dalamnya mencakup pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan santri, pengajian rutin, hingga aksi sosial kemasyarakatan.
Baca Juga
Melalui manajemen kegiatan yang terstruktur, yayasan berkomitmen menciptakan ekosistem lingkungan yang religius dan sarat persaudaraan. Kampung ini ditargetkan menjadi episentrum kegiatan positif yang menyatukan seluruh elemen warga sekitar.
"Ini merupakan bagian dari program dakwah untuk mengajak masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kami ingin menjadikan Kampung Al-Qur’an bukan hanya sebagai tempat belajar mengaji, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan yang mampu membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, dan meningkatkan ukhuwah Islamiyah," pungkas Usep Saparudin.