Sabtu, 31 Oktober 2026
--°C --
-- · --
Olahraga

Andra Soni: FIN Super League Futsal 2026 Jadi Pondasi Pembinaan Atlet Banten Menuju PON 2032 

RF
Tim Redaksi
31/10/2026, 18:34 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Andra Soni: FIN Super League Futsal 2026 Jadi Pondasi Pembinaan Atlet Banten Menuju PON 2032 

Gubernur Banten, Andra Soni, saat membuka FIN Super League Futsal 2026 di GOR Nambo Center, Tangerang, Sabtu (31/10/2026). (FIN)

TANGERANG, FIN.CO.ID — Kompetisi olahraga tingkat pelajar seperti FIN Super League Futsal 2026 disebut memiliki peran dalam memperkuat fondasi pembinaan atlet di Provinsi Banten. Turnamen ini menjadi momentum strategis, terlebih Provinsi Banten bersama Provinsi Lampung direncanakan menjadi tuan rumah bersama pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 mendatang.

Apresiasi terhadap kompetisi yang mempertemukan puluhan tim pelajar tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Provinsi Banten ini disampaikan langsung oleh Penjabat Gubernur Banten, Andra Soni. Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem olahraga daerah yang kompetitif.

"Pertama, saya mengucapkan terima kasih kepada FIN yang telah melaksanakan FIN Super League Futsal 2026 khusus untuk pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah se-Provinsi Banten," kata Andra Soni saat membuka turnamen di GOR Nambo Center, Tangerang, Sabtu (31/10/2026).

Turnamen FIN Super League Futsal 2026 merupakan wujud nyata kolaborasi antara fin.co.id, Asosiasi Futsal Provinsi Banten (AFP), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Kompetisi tahun ini diikuti oleh 32 tim pelajar terbaik yang mewakili berbagai wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Banten.

Andra menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak boleh bertumpu pada jalur akademik semata, melainkan harus diimbangi melalui pembinaan olahraga. Melalui olahraga, generasi muda diharapkan dapat menyerap nilai-nilai perjuangan, disiplin, serta kesiapan mental dalam menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

"Ini adalah bentuk kolaborasi dalam rangka memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat, dan salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten. Nilai-nilai ini penting dijiwai oleh masyarakat Banten dan harus dimulai sejak usia dini," ujar Andra.

Penyelenggaraan kompetisi ini kian menemukan urgensinya mengingat Banten tengah bersiap menghadapi pergelaran olahraga terbesar di tanah air pada tahun 2032. Persiapan matang dari sisi penyaringan bakat lokal dinilai harus digenjot sejak jauh-jauh hari agar Banten mampu bersaing di papan atas.

Pemerintah Provinsi Banten menegaskan bahwa kesuksesan sebagai tuan rumah PON kelak harus berjalan beriringan dengan capaian prestasi para atletnya. Oleh karena itu, turnamen pelajar menjadi hulu dari lahirnya talenta-talenta potensial yang siap mengamankan medali di masa depan.

"Di mana tahun 2032, insyaallah Provinsi Banten akan menjadi tuan rumah bersama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional bersama dengan Lampung. Nah, ini harus kita mulai dari sekarang supaya kita bisa sukses menjadi tuan rumah dan sukses juga dalam prestasi," paparnya.

Di samping fokus pada pembinaan prestasi olahraga, pemerintah daerah juga melihat adanya dampak domino yang positif terhadap sektor perekonomian regional. Setiap pergelaran turnamen dipastikan melibatkan rantai ekonomi yang luas, mulai dari perangkat pertandingan hingga sektor informal.

Aktivitas ekonomi ini dinilai mampu memberikan stimulasi yang merata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, khususnya di sektor industri kreatif pendukung olahraga seperti pembuatan jersey dan penyediaan konsumsi.

"Karena di situ banyak yang terlibat, ada wasit, ada pelatih, dan kemudian juga ada industri-industri yang bisa terlibat, UMKM yang terlibat, salah satunya adalah penyedia kaos tim dan sebagainya," katanya.

Lebih lanjut, pergerakan ekonomi yang bersumber dari kegiatan olahraga massal seperti ini diharapkan tidak hanya berpusat di satu titik, melainkan menyebar ke seluruh wilayah administratif di Banten. Integrasi seluruh elemen daerah dianggap menjadi kunci utama keberhasilan program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap model kompetisi berbasis kolaborasi ini dapat diduplikasi oleh cabang olahraga lainnya guna mempercepat akselerasi prestasi olahraga Banten di kancah nasional.

"Itu secara tidak langsung akan menggerakkan ekonomi Banten. Dan itu paling penting karena kita punya 13 kabupaten/kota dan kita harus gerakkan itu semua secara bersama. Kolaborasi merupakan kunci dari semua kinerja," pungkas Andra.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya