Kamis, 29 Oktober 2026
--°C --
-- · --
Hukrim

Isak Tangis Pelajar Bersimpuh di Pangkuan Orang Tua Warnai Pemeriksaan Tawuran Molotov di Tangerang

RF
Tim Redaksi
28/10/2026, 17:33 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Isak Tangis Pelajar Bersimpuh di Pangkuan Orang Tua Warnai Pemeriksaan Tawuran Molotov di Tangerang

Para remaja bersimpuh kepada orang tuanya setelah diamankan pihak kepolisian akibat terlibat aksi tawuran bersenjata tajam dan bom molotov di Kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang - Rikhi Ferdian

TANGERANG, FIN.CO.ID — Isak tangis pecah di Markas Kepolisian Sektor Panongan saat belasan pelajar bersimpuh di pangkuan orang tua mereka pada Selasa (27/10/2026) sore. Para remaja tersebut tampak menangis dan menyesali perbuatannya setelah diamankan pihak kepolisian akibat terlibat aksi tawuran bersenjata tajam dan bom molotov di Kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.

Kepala Kepolisian Sektor Panongan Iptu Irruandy Aritonang menjelaskan, insiden tawuran tersebut terjadi pada Senin (26/10/2026) malam. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga serta petugas keamanan setempat, dan berhasil mengamankan 17 pelajar yang terlibat dalam bentrokan tersebut.

Berdasarkan rekaman video amatir warga, puluhan pelajar tampak saling kejar di jalan raya sambil mengacungkan senjata tajam. Di tengah jalannya bentrokan, sempat muncul kobaran api di badan jalan yang diduga kuat berasal dari ledakan bom molotov.

"Komunikasi awal dilakukan melalui media sosial Instagram untuk menyepakati waktu dan lokasi tawuran di Citra Raya. Setelah menerima informasi dari warga dan pihak keamanan, anggota langsung mendatangi tempat kejadian perkara dan mengamankan 17 orang pelajar," ujar Iptu Irruandy saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Pihak kepolisian juga membenarkan adanya penggunaan bom molotov dalam aksi saling serang tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, barang berbahaya tersebut didapatkan para pelajar dengan membelinya melalui platform e-commerce (belanja online).

Akibat peristiwa ini, seorang pelajar dilaporkan mengalami luka ringan di bagian kepala akibat terkena pukulan penggaris besi saat bentrokan berlangsung.

Setelah menjalani proses pendataan dan pembinaan, belasan pelajar tersebut akhirnya diperbolehkan pulang bersama orang tua masing-masing. Di hadapan para wali murid, Kapolsek mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pergaulan anak di luar rumah.

"Kami mengumpulkan para orang tua dan menyampaikan peranan penting mereka. Anak-anak ini adalah titipan Tuhan, sehingga sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga dan mengantarkan mereka menuju gerbang kesuksesan," tutur Irruandy.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), termasuk aksi tawuran, melalui layanan call center Polri di nomor 110.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya