News . 14/09/2026, 11:02 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Ratusan warga Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali menggeruduk PT Sukses Logam Indonesia (SLI) pada Minggu, 13 September 2026. Mereka menuntut penghentian total operasional pabrik pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut karena dinilai mencemari lingkungan.
Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung damai, warga mengeluhkan bau menyengat, kepulan debu, hingga kebisingan konstan yang bersumber dari aktivitas pabrik. Polusi ini diklaim telah merusak kenyamanan dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
"Di dalam rumah bau banget. Kasihan bayi saya. Tolong segera ditutup pabrik ini," ujar salah satu warga, Ulfa, di lokasi aksi, Minggu.
Keluhan senada diungkapkan Eneng Rohmah. Menurutnya, polusi udara yang diduga berasal dari PT SLI membuat orang tuanya mengalami sesak napas akut. "Kondisinya sampai harus dibantu tabung oksigen," ketusnya.
Aksi ini merupakan kesekian kalinya terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Warga, yang disokong oleh aliansi mahasiswa, mengaku jengah karena sanksi pembekuan operasional dari pemerintah pusat maupun daerah sebelumnya tidak membuat jera. Setiap kali pabrik beroperasi kembali, masalah pencemaran yang sama selalu terulang.
Koordinator Aliansi Masyarakat Cengkok, Ilham, mendesak pemerintah untuk tidak lagi memberikan toleransi dan segera mengambil tindakan tegas demi keselamatan warga.
“Kami meminta pemerintah serius menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai pabrik kembali beroperasi, sementara keluhan warga terhadap bau, debu, dan kebisingan masih terus terjadi,” tegas Ilham.
Hingga berita ini diturunkan, warga menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai pemerintah memberikan kepastian hukum dan jaminan lingkungan yang sehat bagi masyarakat Cengkok.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media