BRI Super League: Hadapi Java United Persita Tangerang Menang Dramatis 3-2
Pemain Persita Tangerang, Wahyudi Hamisi, dalam laga lanjutan BRI Super League 2026/27 melawan Java United FC - Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID - Persita Tangerang berhasil mengamankan 3 poin penuh usai menaklukkan tamunya, Java United FC, dengan skor tipis 3-2 pada laga sengit pekan ke-16 BRI Super League 2026-2027 di Banten International StadiumSabtu (13/9) sore. Kemenangan ini sekaligus memutus tren negatif Pendekar Cisadane di stadion tersebut.
Bertanding di hadapan suporternya sendiri Persita Tangerang tampil agresif. Menggunakan jersey kebesaran ungu tua, anak-anak asuh Carlos Pena langsung mengambil inisiatif menekan pertahanan tim tamu sejak menit awal babak pertama.
Kebuntuan laga yang berjalan ketat akhirnya pecah di menit ke-70 melalui skema serangan cepat. Hokky Caraka sukses mengoyak jala gawang Java United. Tak berselang lama, hanya dalam hitungan detik, Wahyudi Setiawan Hamisi langsung menggandakan keunggulan menjadi 2-0 yang membuat seisi stadion bergemuruh.
Kendati tertinggal dua gol, Java United FC yang diarsiteki oleh Fabio Lefundes menolak tunduk. Tim berjuluk Laskar Gading ini langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan di paruh kedua. Kaio Nunes Ferreira sempat memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui golnya. Gelombang serangan balik Java United mencapai puncaknya di menit ke-79 ketika Tri Setiawan dan Yance Sayuri mencetak gol dalam waktu yang hampir berdekatan, memaksa papan skor berubah imbang menjadi 2-2.
Baca Juga
Memasuki menit-menit akhir, tensi pertandingan semakin memanas. Persita Tangerang menunjukkan mentalitas aslinya di dua menit terakhir waktu normal. Pada menit ke-88, bek Dion Wilhelm Eddy Markx keluar sebagai pahlawan tuan rumah setelah sontekannya merobek gawang lawan sekaligus mengunci kemenangan dramatis 3-2 untuk Persita Tangerang.
Dalam sesi post-match press conference usai pertandingan, pelatih kepala Persita, Carlos Pena mengungkapkan rasa lega sekaligus bangga atas perjuangan luar biasa anak asuhnya yang mampu keluar dari tekanan psikologis saat skor sempat disamakan.
"Pertandingan ini adalah hadiah yang sangat baik bagi para penggemar Persita. Saya harap mereka lebih bahagia pada malam ini karena kemenangan ini. Tiga poin ini paling penting untuk para fans Persita, terutama yang sudah datang langsung ke stadion," ucap Pena.
Pelatih asal Spanyol tersebut tidak menampik bahwa momentum ketika Java United berhasil menyamakan kedudukan menjadi titik paling berbahaya bagi lini belakang Pendekar Cisadane. Namun, keputusan taktisnya melakukan rotasi pemain di babak kedua terbukti menjadi kunci pembalik keadaan.
"Bicara tentang permainan, saya tidak bisa mengatakan bahwa 3 poin itu tidak adil karena saya pikir kita memiliki banyak kesempatan. Itu benar, mereka memiliki banyak kualitas di lini depan. Ketika mereka menyamakan kedudukan, permainan menjadi berbahaya karena jika mereka membalikkan keadaan, mereka bisa membunuh permainan. Tapi saya pikir pemain saya menunjukkan banyak karakter dan keberanian. Penggantian pemain (substitution) juga banyak membantu untuk mengubah permainan. Kami mengambil banyak risiko di akhir, tetapi itu berhasil dan saya sangat senang," jelasnya.
Senada dengan sang pelatih, penyerang sayap andalan Persita Tangerang, Rayco Rodriguez yang hadir sebagai perwakilan pemain, mengapresiasi kontribusi besar para pemain pelapis yang masuk dari bangku cadangan. Menurutnya, kerja keras sejak masa persiapan pramusim kini mulai terbayar tuntas.
Baca Juga
"Saya sangat senang dengan 3 poin ini. Ini Persita, kita bertarung sampai akhir. Hari ini peran pemain pengganti sangat penting karena mereka membawa energi baru di babak kedua, serta pertempuran penting ini harus dijaga sampai akhir. Saya sangat senang untuk diri saya sendiri, untuk para pemain, dan untuk pendukung kami. Kami bekerja keras selama preseason ini. Ini adalah kemenangan kandang yang sangat krusial bagi kami," tegas Rayco Rodriguez.
Dari sisi penegakan disiplin, laga yang dipimpin oleh wasit Naufal Adya Fairuski ini berjalan cukup keras dan diwarnai hujan kartu di menit-menit akhir. Bek Java United, Christian Gomis, diganjar kartu kuning pada masa injury time (90+4'). Sementara itu, gelandang Persita Fahreza Sudin terpaksa mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah akibat pelanggaran keras di menit ke-79 dan 90.
Kemenangan dramatis ini menjadi modal serta suntikan moral yang sangat berharga bagi Persita Tangerang untuk mengarungi sisa kompetisi BRI Super League 2026-2027. Di sisi lain, Java United FC harus pulang dengan tangan hampa meski sempat menunjukkan performa impresif di babak kedua.