Abu Vulkanik Krakatau Sampai Tangerang, Dinkes Minta Warga Pakai Masker!
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni. (dok)
TANGERANG, FIN.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah akibat mulai terasanya dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sisa abu vulkanik berupa debu halus dilaporkan sudah mulai menempel di kendaraan hingga lingkungan perumahan warga di wilayah Kota Tangerang, Banten.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan abu vulkanik tersebut. Menurutnya, ukuran abu yang sangat halus berpotensi memicu iritasi hingga gangguan pernapasan jika terhirup.
“Karena debunya halus, kemungkinan besar kalau kita tidak menggunakan masker, dia akan masuk terhirup ke saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan iritasi. Salah satu cara pencegahannya adalah menggunakan masker,” ujar dr. Dini Anggraeni.
Baca Juga
Meski ada sebaran abu, Dini menegaskan warga tidak perlu menghentikan aktivitas sehari-hari. Hanya saja, langkah perlindungan diri seperti memakai masker saat berada di luar rumah sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko terhirupnya partikel abu.
Selain itu, warga yang telah beraktivitas di luar rumah juga diminta untuk segera membersihkan diri ketika kembali ke kediaman masing-masing.
“Setelah keluar rumah, kemudian kembali lagi ke rumah, bersihkan diri. Mandi bersih, kemudian baju dicuci terpisah. Karena dari luar debu-debu partikelnya mungkin menempel di pakaian,” katanya.
Dini kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia pada dasarnya sudah memiliki mekanisme pertahanan alami pada saluran pernapasan untuk menyaring berbagai partikel asing yang masuk.
“Di dalam saluran napas juga banyak filter, ada rambut hidung dan lapisan dalam saluran pernapasan yang selama ini melindungi kita,” jelas dr. Dini.
Kendati demikian, masyarakat tetap diminta untuk memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Keluhan seperti iritasi saluran pernapasan maupun sesak napas perlu diwaspadai. Jika mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik, warga diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas terdekat.
Baca Juga
Di tengah kondisi tersebut, fenomena cuaca panas yang terjadi saat ini juga menjadi perhatian serius dari pihak Dinkes. Dini mengingatkan masyarakat agar memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
“Kalau cuaca panas cenderung kita akan lebih dehidrasi. Jadi harus banyak minum, mungkin lebih banyak daripada biasanya,” ujarnya.
Selain menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, warga juga dianjurkan untuk menggunakan perlindungan ekstra saat beraktivitas di bawah terik matahari, seperti kacamata hitam, payung, dan tabir surya.
Dini kembali mengingatkan masyarakat Kota Tangerang agar tidak panik dan tetap beraktivitas secara normal dengan menerapkan langkah perlindungan diri secara disiplin, terutama selalu menggunakan masker ketika berada di luar rumah.