Sabtu, 01 Agustus 2026
--°C --
-- · --
News

Pemkot Tangerang Siapkan 30 Tandon Air Antisipasi Bencana Kekeringan

RF
Tim Redaksi
31/07/2026, 19:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Pemkot Tangerang Siapkan 30 Tandon Air Antisipasi Bencana Kekeringan

Air di sungai Cidadane menyusut dampak musim kemarau. (rfh)

TANGERANG, FIN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat memperkuat mitigasi menghadapi musim kemarau dan potensi bencana kekeringan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkot Tangerang menyiapkan 30 unit tandon air untuk mendukung kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat sekaligus membantu penanganan kebakaran. Langkah antisipasi ini diperkuat dengan optimalisasi jaringan hydrant di berbagai wilayah strategis kota.

Strategi terpadu tersebut dibahas secara mendalam dalam Rapat Koordinasi Hasil Kajian Hidrometeorologi Kekeringan. Agenda ini melibatkan lintas instansi mulai dari BPBD, BMKG, TNI, Polri, Perumda Tirta Benteng, Dinas PUPR, hingga sejumlah perangkat daerah terkait.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menegaskan bahwa koordinasi ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, penanganan dampak musim kemarau bisa berjalan lebih cepat, terukur, dan tepat sasaran.

"Antisipasi harus dilakukan sejak dini. Seluruh instansi telah menyampaikan kesiapan masing-masing, mulai dari penyediaan air bersih, personel, armada hingga sarana pendukung penanggulangan kebakaran. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan apabila dampak kekeringan mulai dirasakan," ujar Mahdiar, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan data kajian BMKG, Kota Tangerang saat ini masih berada dalam periode musim kemarau dengan prediksi curah hujan rendah hingga September 2026. Situasi tersebut turut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang masih aktif, sehingga memicu peningkatan risiko kekeringan dan potensi kebakaran.

Menyikapi hal itu, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi para pelanggan tetap berada dalam kondisi aman. Sejauh ini, sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane, meski debit sungai tercatat mengalami penurunan sekitar lima persen selama kemarau berlangsung.

Mahdiar menambahkan, BPBD bersama seluruh perangkat daerah akan terus melakukan monitoring ketat terhadap perkembangan cuaca dan dampaknya di lapangan. Ia juga mengimbau warga untuk ikut berkontribusi aktif dalam menghadapi tantangan cuaca ini.

"Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kekeringan maupun kebakaran agar bisa segera ditangani," pungkasnya.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya