KPA Kabupaten Tangerang Lakukan Skrining HIV/AIDS Pada Pekerja Industri
Foto bersama, KPA Kabupaten Tangerang lakukan skrining dan edukasi HIV/AIDS di PT PP-KR Joint Venture KSCS Paket 2 di Tigaraksa - Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang menggelar skrining dan edukasi HIV/AIDS di lingkungan kerja guna menekan angka penularan pada usia produktif.
Langkah ini direalisasikan melalui tes sukarela dan sosialisasi kesehatan bagi staf serta pekerja PT PP-KR Joint Venture KSCS Paket 2 di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/7/2026).
Pengelola Program KPA Kabupaten Tangerang, Eko Darmawan, menyatakan bahwa lingkungan kerja menjadi sasaran strategis dalam promosi kesehatan. Sektor ini mendominasi populasi usia produktif yang rentan terhadap risiko penularan.
"Melalui kegiatan ini, para pekerja tidak hanya memperoleh edukasi, tetapi juga kesempatan mengikuti tes HIV dan pemeriksaan tuberkulosis (TB) secara sukarela," ujar Eko, Rabu.
KPA Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 44 pekerja mengikuti tes HIV/AIDS dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam agenda tersebut. Selain tes fisik, para buruh dibekali pemahaman mengenai jalur penularan virus, metode pencegahan, serta penghapusan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Eko menambahkan, keterlibatan dunia usaha berperan penting sebagai mitra strategis pemerintah untuk mencapai target pengendalian HIV/AIDS. KPA Kabupaten Tangerang juga mengandalkan regulasi berupa Kebijakan Penanggulangan AIDS dalam Dunia Kerja serta insentif berupa HIV Awards untuk memacu kepatuhan sektor swasta.
Dalam pelaksanaannya, program ini mengintegrasikan layanan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Tigaraksa, RSUD Balaraja, dan Jaringan Indonesia Positif (JIP) Banten. Selain materi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), para pekerja juga menerima edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan psikotropika yang menjadi salah satu faktor risiko penularan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, KPA Kabupaten Tangerang menargetkan perluasan akses layanan kesehatan serta terciptanya ekosistem kerja yang inklusif bagi seluruh karyawan di wilayah tersebut.