Rabu, 22 Juli 2026
--°C --
-- · --
News

Waspada Bullying! Psikolog Minta Orang Tua Kenali Perubahan Perilaku Anak Korban Perundungan

RF
Tim Redaksi
21/07/2026, 15:20 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Waspada Bullying! Psikolog Minta Orang Tua Kenali Perubahan Perilaku Anak Korban Perundungan

TNG Child Fest di Kota Tangerang, Banten

TANGERANG, FIN.CO.ID – Kasus perundungan (bullying) pada anak masih menjadi tantangan besar yang memerlukan perhatian serius dari lingkungan sekolah maupun keluarga.

Guna menekan dampak buruk yang lebih dalam, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Terbang Tinggi mendesak para orang tua untuk lebih peka dan mengenali tanda-tanda perubahan perilaku anak sejak dini.

Psikolog Puspaga Terbang Tinggi Kota Tangerang, Glori Telis Amanta, mengungkapkan bahwa mayoritas anak yang menjadi korban perundungan cenderung tidak berani menceritakan trauma yang mereka alami secara langsung.

"Anak korban perundungan sering memilih memendam perasaannya karena takut, malu, atau khawatir situasinya akan semakin buruk. Peran orang tua sangat penting untuk menciptakan komunikasi yang hangat sehingga anak merasa aman untuk bercerita," ujar Glori, Selasa, 21 Juli 2026.

Glori memaparkan, terdapat sejumlah indikator perubahan perilaku drastis pada anak yang wajib diwaspadai oleh orang tua, di antaranya:

• Anak tiba-tiba enggan atau takut berangkat ke sekolah.

• Prestasi belajar di kelas menurun tanpa penyebab yang jelas.

• Perubahan emosi menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau sering menangis.

• Kehilangan rasa percaya diri dan menarik diri dari lingkungan pertemanan.

• Mengeluh sakit kepala atau sakit perut berulang tanpa penyebab medis.

• Pulang ke rumah dengan barang rusak/hilang, atau terdapat luka fisik tersembunyi.

• Pola makan dan pola tidur berubah secara drastis.

Jika mendapati gejala-gejala tersebut, Glori menyarankan orang tua untuk segera mengambil tindakan awal dengan mengajak anak berdialog secara persuasif tanpa adanya intimidasi atau kesan menghakimi.

"Hindari langsung menyalahkan atau memaksa anak bercerita. Dengarkan dengan empati, yakinkan bahwa mereka tidak sendiri, lalu bangun rasa aman agar anak berani menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya.

Lebih lanjut, kolaborasi aktif antara orang tua dan pihak manajemen sekolah juga menjadi langkah krusial untuk mengusut tuntas dugaan kasus perundungan secara tepat dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya