Puluhan Warga Masih Bertahan di Pengungsian Pasca Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ibu Hayana, salah satu pengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar. (Rikhi Ferdian)
TANGERANG, FIN.CO.ID – Memasuki hari kedelapan sejak api pertama kali berkobar, sebanyak 22 warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dilaporkan masih bertahan di posko pengungsian Kantor Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Selasa (7/7/2026).
Para pengungsi hingga kini belum berani kembali ke rumah masing-masing karena kepulan asap pekat masih menyelimuti kawasan pemukiman mereka di RT 14 Desa Tanjakan Mekar. Sebagai informasi, kebakaran hebat di TPA Jatiwaringin ini mulai terjadi sejak Selasa (30/6/2026) lalu.
Salah seorang warga yang mengungsi, Hj Hayana (60), mengaku belum bisa memastikan kapan dirinya dan keluarga akan pulang ke rumah. Ia menyebut kondisi asap di sekitar TPA Jatiwaringin saat ini belum sepenuhnya padam dan sangat membahayakan kesehatan.
"Saya sempat pengap di rumah, dan juga sempat pakai alat bantu pernapasan," kata Hayana di lokasi pengungsian.
Hayana menambahkan, tinggal di posko pengungsian jauh lebih aman bagi kesehatannya saat ini. Hal tersebut dikarenakan arah pergerakan asap pekat dari lokasi kebakaran TPA kerap berubah mengikuti arah angin dan langsung mengarah ke pemukiman warga.
Selain faktor keamanan dari paparan asap, Hayana menuturkan bahwa pelayanan medis di posko pengungsian sangat memadai karena dipantau langsung oleh tim kesehatan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.
"Kalau di posko ini pemeriksaan kesehatannya maksimal. Nanti kalau sudah aman dan bisa pulang ke rumah, saya juga ingin kesehatan saya bisa diperiksa,," pungkasnya.