News . 10/06/2026, 20:35 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
fin.co.id - Sebanyak 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa menghentikan operasionalnya sementara waktu mulai Rabu (10/6/2026). Penghentian ini diduga kuat terjadi akibat anggaran operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum kunjung cair dari pusat.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang, Priyo Basuki, membenarkan adanya penghentian sementara pada puluhan unit layanan tersebut. Priyo menjelaskan bahwa kendala utama di lapangan saat ini adalah keterlambatan pencairan anggaran untuk ke-62 SPPG tersebut.
"Betul, distop sementara waktu. Penyetopan sementara operasional 62 SPPG baru pekan ini, karena keterlambatan pencairan anggaran," kata Priyo, Rabu (10/6/2026).
Priyo belum dapat memastikan tanggal pasti kapan puluhan SPPG tersebut akan kembali beroperasi. Kendati demikian, ia menjamin seluruh layanan dapur produksi akan langsung aktif kembali begitu anggaran diturunkan demi menyuplai program makan bergizi gratis bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, Kabupaten Tangerang diproyeksikan memiliki total 295 unit SPPG untuk melayani sekitar 700.000 masyarakat penerima manfaat MBG. Namun dari jumlah tersebut, progres kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) baru mencapai 40 persen. Terkait penyebab pasti tersendatnya dana operasional, Priyo enggan membeberkannya lebih lanjut.
Secara terpisah, perwakilan BGN Kabupaten Tangerang, Hijru Falahani, menegaskan bahwa penghentian operasional ini tidak berlaku permanen dan tidak melanda seluruh unit dapur di wilayah Tangerang. Hijru menduga tersendatnya pasokan anggaran ini berkaitan erat dengan masa transisi dan suksesi kepemimpinan di tingkat pusat.
"Sementara waktu, dan tidak semua SPPG, karena sebagian turun dan sebagian juga ada yang tidak. Kemungkinan akibat ada penggantian kepemimpinan di pusat juga," ujar Hijru merujuk pada pergantian posisi Ketua dan Wakil Ketua BGN Pusat.
Selain faktor suksesi kepemimpinan, Hijru menilai saat ini tengah dilakukan pembenahan serta evaluasi sistem pada tubuh SPPG. Ke depan, muncul wacana perampingan jumlah unit pelayanan di mana setiap kecamatan kemungkinan besar hanya akan diakomodasi oleh 6 dapur produksi, meskipun rencana tersebut masih dalam tahap penggodokan internal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media