Anggota DPRD Tangerang Nonce Thendean Angkat Bicara Soal Isu Penyalahgunaan Mobil Hibah
Mobil siaga desa. (istimewa)
fin.co.id - Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Partai Demokrat, Nonce Thendean, membantah keras tudingan penyalahgunaan kendaraan hibah milik Kelompok Pemberdayaan Masyarakat (KPM).
Nonce menilai informasi yang beredar di sejumlah media massa dan laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) tersebut merupakan fitnah tanpa dasar fakta.
Tudingan yang menyebutkan dirinya menguasai mobil hibah, mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), hingga merugikan negara sebesar Rp 1,5 miliar diklaim tidak benar.
"Semua tuduhan itu tidak berdasar," ujar Nonce saat memberikan keterangan, Rabu (3/6/2026).
Menurut Nonce, kendaraan operasional tersebut saat ini masih berada di tangan pengurus KPM yang berlokasi di Perumahan Bukit Tiara, Pasir Jaya, Kabupaten Tangerang.
Ia meminta pihak-pihak terkait dan media massa untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan guna memastikan keberadaan aset serta dokumen kendaraan.
"Silakan datang langsung ke KPM. Cek sendiri mobilnya masih ada atau tidak. Lihat juga BPKB-nya, apakah pernah berpindah tangan atau tidak," kata Nonce.
Terkait dengan tuduhan kerugian negara senilai Rp 1,5 miliar, Nonce menyatakan bahwa nominal tersebut tidak masuk akal.
Ia menjelaskan bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang hanya berupa fisik unit mobil Suzuki APV, tanpa adanya alokasi anggaran operasional maupun biaya perawatan tahunan dari APBD.
"Bagaimana bisa sampai Rp1,5 miliar? Bantuan dari pemerintah hanya mobilnya saja, tidak ada biaya perawatan," tutur Politikus Demokrat tersebut.
Nonce menambahkan, keterlibatan dirinya dengan kendaraan tersebut sebatas membantu pengurus KPM yang kesulitan membayar pajak tahunan, demi kelancaran fasilitas transportasi gratis bagi warga setempat.
Ia menyayangkan adanya pemberitaan yang sepihak dan mengingatkan pentingnya prinsip konfirmasi serta keberimbangan (cover both sides) dalam produk jurnalistik.
Nonce menyatakan siap membuka seluruh data pendukung untuk meluruskan informasi keliru yang telah beredar luas di tengah masyarakat.