BPBD Petakan 25 Kecamatan Rawan Kebakaran dan Kekeringan di Tangerang
Potongan video kebakaran pabrik - Dok. FIN
TANGERANG, FIN.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang memetakan sebanyak 25 kecamatan di wilayahnya masuk ke dalam zona rawan bencana kebakaran dan kekeringan akibat cuaca ekstrem.
Ancaman itu dipicu oleh fenomena kemarau ekstrem atau "El Nino Godzilla" yang diprediksi berlangsung dari Juli hingga September 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menjelaskan, puluhan wilayah tersebut berpotensi mengalami kebakaran lahan ilalang, bangunan gedung, hingga tempat pembuangan limbah.
"Terutama wilayah-wilayah industri dan pergudangan, serta wilayah yang banyak limbah. Di antaranya di Kosambi, Teluknaga, Cikupa, Curug, Tigaraksa. Itu wilayah-wilayah industri rawan kebakaran," ujar Taufik, Minggu (19/7/2026).
Kerentanan itu didasarkan pada riwayat kejadian kebakaran yang kerap melanda kawasan industri dan area penampungan limbah di wilayah-wilayah tersebut saat suhu udara melonjak drastis.
Selain memicu kebakaran, fenomena kemarau ekstrem tahun ini juga mengancam ketersediaan air bersih untuk kebutuhan domestik warga dan sektor pertanian.
Hingga pertengahan Juli, BPBD mencatat baru satu wilayah yang resmi melaporkan terjadinya krisis air bersih, yakni Kecamatan Curug.
"Kita sudah bantu distribusi air bersih di wilayah Curug. Kita selalu stay petugas-petugas kita dengan armadanya," kata Taufik.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD Kabupaten Tangerang telah menyiapkan skema kolaborasi lintas instansi untuk mempercepat penyaluran bantuan air.
Jika dampak kekeringan meluas dan tidak dapat ditangani sendiri oleh BPBD, penanganan akan didukung oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) serta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang.