Perkuat Koperasi Desa, Rp 27,4 Miliar Dana CSR Disalurkan di 274 Desa-Kelurahan di Tangerang
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid saat meninjau prodak yang dijual di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan. (rfh)
fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang berhasil menyalurkan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai total Rp 27,4 miliar bagi 246 desa dan 28 kelurahan di wilayah tersebut.
Dana kemitraan dari pihak ketiga ini digunakan untuk memperkuat intervensi ekonomi sektor riil dan mempercepat kemandirian jaringan koperasi desa.
Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid menjelaskan, langkah taktis menggandeng sektor swasta ini merupakan implementasi langsung dari arahan pemerintah provinsi guna menyiasati keterbatasan anggaran daerah dalam menstimulus ekonomi arus bawah.
"Sesuai arahan Bapak Gubernur, kita harus menggandeng CSR dan pihak ketiga. Alhamdulillah, di Kabupaten Tangerang sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan CSR dengan total nilai mencapai Rp 27,4 miliar," ujar Maesyal saat menghadiri peresmian koperasi secara virtual di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/5/2026).
Maesyal memaparkan, dari total 274 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayahnya, saat ini sudah ada 250 unit koperasi yang mampu beroperasi secara penuh. Sementara itu, sisanya sebanyak 24 koperasi masih dalam tahap pendampingan intensif oleh Dinas Koperasi agar bisa segera mandiri.
Meski demikian, operasional di lapangan masih membentur kendala rantai pasok. Menyikapi hal tersebut, Maesyal meminta intervensi langsung dari instansi vertikal seperti Perum Bulog dan PT Pertamina (Persero) untuk mengamankan jalur distribusi komoditas pokok ke desa-desa.
"Ada beberapa kendala terkait pasokan sembako dari distributor. Kami memohon bantuan Bulog dan Pertamina agar dapat mempercepat dukungan sehingga operasional koperasi di desa-desa tidak terhambat,” tuturnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, berdasarkan data pemprov, saat ini ada sekitar 695 Koperasi Merah Putih yang beroperasi di seluruh Banten demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
"Kabupaten Tangerang berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 5,67 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun provinsi. Ekonomi desa harus bergerak," tutur Andra Soni.
Peresmian oleh Presiden
Penguatan ekonomi berbasis wilayah di Tangerang ini berjalan simultan dengan agenda peresmian serentak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Agenda berskala nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti oleh jajaran Pemkab Tangerang secara virtual.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pengaktifan massal ribuan koperasi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pemerintah sengaja meloloskan 1.061 unit koperasi yang benar-benar dinilai telah matang dari segi infrastruktur fisik maupun manajemen.
"Secara fisik gedungnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada, ada truk dan kendaraan roda tiga. Saya kira hari ini cukup penting," kata Presiden dalam siaran virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Kepresidenan.
Prabowo mengungkapkan, pemerintah awalnya membidik target peresmian 1.300 unit koperasi. Namun, setelah melalui proses kurasi kesiapan operasional yang ketat, jumlah tersebut disesuaikan menjadi 1.061 unit.