News . 16/05/2026, 22:12 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, melayangkan kritik keras terhadap operator kompetisi Super League terkait jadwal pertandingan pekan ke-34 di musim 2025-2026 yang dinilai buruk dan tidak adil. Pena mengecam keputusan I-League yang tidak menggelar pertandingan penentu zona degradasi secara serentak, sebuah kebijakan yang menurutnya melanggar standar sepak bola profesional global.
Kritik terhadap I-League disampaikan pelatih asal Spanyol tersebut jelang laga hidup mati Persita melawan Persis Solo pada pekan pamungkas kompetisi. Pena mengaku terkejut dan tidak habis pikir dengan regulasi jadwal di Indonesia, mengingat seperti momentum penentuan juara maupun degradasi di seluruh dunia idealnya dilaksanakan pada waktu yang bersamaan demi menjaga integritas kompetisi.
"Menurut saya, ini adalah organisasi yang buruk. Sangat mengejutkan tim-tim yang berjuang menghindari degradasi tidak bermain di jadwal yang sama," ujar Pena, Sabtu (16/5/2026).
Ia menambahkan bahwa asas keadilan olahraga harus dijunjung tinggi dalam laga penentu. "Di belahan dunia mana pun, baik untuk penentuan juara maupun degradasi, laga penentu harus dimainkan serentak. Saya tidak habis pikir mengapa di sini tidak seperti itu," tegasnya.
Meski kecewa dengan buruknya organisasi kompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Pena memastikan anak asuhnya tetap menjaga profesionalisme tinggi. Ia menjamin skuadnya akan tampil habis-habisan untuk mengamankan poin penuh di kandang pada laga terakhir.
"Di sepak bola Anda bisa menang atau kalah. Namun, komitmen dan semangat bertarung harus selalu 100 persen. Kami akan memulihkan kondisi dan berjuang meraih tiga poin di rumah pada laga terakhir demi para fans," pungkas Pena.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media