Dilibas Dewa United, Persita Tangerang Tumbang di Laga Perdana I League Cup
Persita Tangerang versus Dewa Unite pada kompetisi I League Cup 2026-2027. (Rikhi Ferdian)
TANGERANG, FIN.CO.ID — Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Dewa United dengan skor akhir 3-1 dalam laga perdana turnamen I League Cup 2026-2027 yang digelar di Banten International Stadium, Selasa (3/11/2026) malam. Kekalahan ini menjadi catatan awal yang kurang menguntungkan bagi tim berjuluk Pendekar Cisadane di fase grup kompetisi domestik tersebut.
Pertandingan berjalan berat bagi Persita setelah mereka sudah harus tertinggal saat laga baru berjalan lima menit. Situasi semakin pelik bagi skuad asuhan pelatih Carlos Pena menjelang turun minum, di mana mereka terpaksa bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah dan kembali kebobolan oleh lini serang Dewa United.
"Kami tentu kecewa karena kami ingin meraih hasil positif dari pertandingan hari ini. Saya pikir kami kemasukan sangat cepat. Ada momen-momen yang sedikit membunuh permainan kami, karena dalam waktu 5 menit kami sudah tertinggal 1-0," ujar Carlos Pena dalam sesi post-match press conference.
Memasuki babak kedua, Persita sempat menunjukkan sinyal kebangkitan dengan meningkatkan intensitas serangan guna mengejar ketertinggalan. Tekanan yang dilancarkan berbuah manis ketika mereka berhasil memperkecil kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas (free kick).
Baca Juga
Namun, upaya menyamakan skor terhambat oleh masalah kebugaran fisik pemain dan keterbatasan opsi strategi. Keputusan tim pelatih untuk bermain lebih ofensif di menit-menit akhir justru terbentur badai kram yang dialami beberapa pemain, sementara kuota jendela pergantian pemain telah habis.
"Tepat sebelum babak pertama usai, ketika kami harus bermain dengan 10 pemain, kami kembali kemasukan gol. Namun hal positifnya adalah tim tidak menyerah di babak kedua. Kami mulai bermain lebih baik dan mencoba untuk mengejar ketertinggalan," kata Carlos Pena menjelaskan perubahan performa timnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh cederanya Lucas Morais Ferreira yang memaksa tim medis segera melakukan pergantian. Selain itu Persita juga harus menghabiskan slot pergantian pemain lainnya untuk memasukkan Andriano Saputra di lini tengah.
Meski demikian, Carlos Pena tetap memberikan apresiasi terhadap kembalinya Yardan Yafi yang sempat absen lama akibat cedera parah musim lalu. Masuknya Yardan Yafi di babak kedua dinilai memberikan dimensi baru di lini serang dan menciptakan beberapa peluang matang di area penalti lawan.
"Lucas mengalami ketegangan otot. Dia merasa sangat sedih karena cedera itu memaksa kami mengubah strategi. Dia sempat merasa sedikit pusing dan otot pahanya ada yang tertarik atau robek. Namun, kami masih harus menunggu pemeriksaan dokter tim," tutur juru taktik asal Spanyol tersebut.
Mengenai atmosfer turnamen baru ini, Carlos Pena menegaskan bahwa tekanan penonton di tribun tidak jauh berbeda dengan ketatnya atmosfer di kompetisi reguler. Ia juga berharap basis pendukung Persita dapat meramaikan laga-gaga berikutnya guna mendongkrak motivasi tanding.
Baca Juga
Secara keseluruhan, turnamen ini dianggap sebagai panggung yang sangat berharga untuk memberikan menit bermain bagi seluruh anggota skuad. Tim pelatih memilih mengambil sisi positif dari performa kolektif tim untuk segera berbenah menghadapi tantangan ke depan.
"Tentu saja hasilnya bukan apa yang kita inginkan, tetapi kita selalu bisa mengambil kesimpulan dan pelajaran positif dari pertandingan ini. Jadi ya, kita harus segera bangkit dan melangkah ke depan," ucap Carlos Pena menutup keterangannya.
Gelandang senior Persita, Sutanto Tan, yang melakoni laga debutnya malam itu. Menurut dia, kendati hasil akhir di Banten International Stadium mengecewakan, respons pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh elemen tim di lapangan menjadi modal penting.
Sutanto Tan menilai kekalahan pada pertandingan pembuka ini harus dijadikan bahan evaluasi mendalam. Skuad Pendekar Cisadane dipastikan langsung mengalihkan fokus penuh untuk menghadapi rangkaian pertandingan sisa di fase grup I League Cup musim ini.
"Ini pertandingan pertama saya buat Persita. Seperti yang disampaikan pelatih, hasilnya tentu mengecewakan. Tetapi kami harus belajar dari pengalaman dan kejadian dari pertandingan ini. Para pemain tidak menyerah dan akhirnya kami bisa mengejar gol," kata Sutanto Tan seusai laga.