Operasi Patuh Maung 2026 di Tangerang, Pelanggaran Helm dan Lawan Arus Mendominasi
Anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang saat melaksanakan Operasi Patuh Maung 2026 - Foto: Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang mencatat ribuan pelanggaran dalam pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026. Hingga hari kedelapan operasi berjalan, jenis pelanggaran lalu lintas yang paling mendominasi adalah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm pelindung serta tindakan melawan arus.
Pihak kepolisian menyayangkan masih banyaknya pengguna jalan yang mengabaikan keselamatan dasar tersebut. Selain membahayakan diri sendiri, tindakan melawan arus juga berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas yang merugikan pengguna jalan lain.
"Selama kegiatan berlangsung kami masih menemukan cukup banyak pelanggaran. Untuk pelanggaran yang banyak ditemukan yaitu tidak menggunakan helm dan melawan arus," ujar Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Di lapangan, petugas kerap mendapati momen saat sejumlah pengendara nekat memutar balik mendadak atau mencari jalur tikus guna menghindari razia. Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memandang kepatuhan berlalu lintas hanya sebagai bentuk ketakutan terhadap petugas, bukan demi keselamatan pribadi.
Baca Juga
Polresta Tangerang menegaskan bahwa fokus utama dari Operasi Patuh Maung 2026 bukanlah memberikan sanksi hukum sebanyak-banyaknya. Korps Bhayangkara lebih mengutamakan pendekatan humanis untuk mengubah perilaku berkendara masyarakat secara jangka panjang.
"Saat melaksanakan kegiatan operasi patuh terkadang masih ditemukan pengemudi yang berusaha menghindar dari pelaksanaan kegiatan. Dimana sebenarnya dalam pelaksanaan kegiatan kami tidak mengedepankan upaya represif, tetapi lebih kepada upaya preemtif dan preventif. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk patuh dan taat akan aturan dan tata tertib berlalu lintas masih cukup rendah," kata Kompol Fery.
Kendati jumlah pelanggaran masih relatif tinggi, pelaksanaan operasi ini diklaim memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Tangerang. Grafik fatalitas di jalan raya menunjukkan tren menurun yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan periode sebelum operasi dimulai.
Menghadapi sisa waktu kedepan, polisi memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan. Titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan di Tangerang akan dijaga lebih ketat melalui patroli berkala maupun edukasi langsung di jalan raya.
"Sampai saat ini angka kecelakaan terjadi penurunan dibanding dengan sebelum pelaksanaan operasi. Sisa enam hari ke depan untuk pelanggaran yang masih menjadi prioritas kami yaitu melawan arus dan tidak menggunakan helm. Kami akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya preemtif dan preventif pada lokasi-lokasi yang sering terjadinya pelanggaran," tutur Kompol Fery.