Stop Cyberbullying! Kapolresta Tangerang Ingatkan 500 Pelajar SMAN 13
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah dalam kegiatan sosialisasi Poldik di SMAN 13 Kabupaten Tangerang, Senin (2/11/2026) - Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah mengajak para pelajar untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta menjauhi segala bentuk perundungan siber atau cyberbullying. Pesan tersebut disampaikan saat menjadi pembina upacara dalam kegiatan sosialisasi Poldik di SMAN 13 Kabupaten Tangerang, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti sekitar 500 peserta didik, dewan guru, serta jajaran kepolisian.
Dalam amanatnya, Kapolresta menegaskan bahwa perundungan tidak hanya terjadi secara langsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berlangsung melalui media sosial. Tindakan seperti menghina, mempermalukan, menyebarkan foto atau video tanpa izin, membuat komentar yang merendahkan, hingga mengajak orang lain membenci seseorang merupakan bentuk kekerasan yang dapat memberikan dampak serius bagi korbannya.
"Jangan menganggap bahwa menyakiti orang lain melalui media sosial adalah sesuatu yang sepele. Satu komentar dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri. Satu unggahan dapat merusak nama baik seseorang," tegasnya.
Baca Juga
Ia mengingatkan bahwa jejak digital dapat meninggalkan dampak panjang terhadap kehidupan seseorang. Oleh karena itu, para pelajar diminta membiasakan diri berpikir sebelum mengetik, membagikan informasi, maupun mengikuti ajakan orang lain di dunia maya.
"Jari kita mungkin kecil, tetapi apa yang kita tulis di media sosial memiliki dampak yang sangat besar. Sesuatu yang kita anggap sebagai candaan bisa menjadi luka yang dibawa seseorang dalam waktu yang sangat lama," ujarnya.
Selain menyoroti cyberbullying, Kapolresta Tangerang juga mengingatkan para pelajar agar tidak terlibat dalam aktivitas gangster jalanan, tawuran, maupun penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, membawa senjata tajam, melakukan kekerasan, mengganggu pengguna jalan, serta bergabung dengan kelompok yang meresahkan masyarakat bukanlah bentuk keberanian ataupun prestasi. Perilaku tersebut justru dapat merusak masa depan generasi muda.
Kapolresta menekankan bahwa pendidikan di tingkat SMA bukan sekadar mengejar nilai akademis, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.
"Jadilah pelajar yang aktif, disiplin, jujur, dan bekerja keras. Masa depan tidak dibangun dengan tawuran, kekerasan, penghinaan, atau kebencian. Masa depan dibangun dengan pendidikan, prestasi, tanggung jawab, dan karakter yang baik," pesannya.
Baca Juga
Melalui kegiatan tersebut, Kapolresta berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang mampu menggunakan teknologi secara positif, saling menghargai, serta turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Kegiatan sosialisasi Poldik tersebut turut dihadiri Kepala SMAN 13 Kabupaten Tangerang Musli, M.Pd., Kasat Binmas Polresta Tangerang AKP Yan Hendra, Waka Polsek Pasar Kemis AKP Sutikno, Kaihumas Polresta Tangerang IPDA Tri Laksono, Bhabinkamtibmas Desa Sindang Panon Bripka Rizal, serta para guru.
Kegiatan berakhir pada pukul 07.50 WIB. Selama pelaksanaan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.
Melalui edukasi dan pendekatan kepada lingkungan pendidikan, Polresta Tangerang terus mendorong keterlibatan pelajar dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta membangun budaya bermedia sosial yang sehat demi mewujudkan generasi muda yang berkarakter menuju Indonesia Emas 2045.