Hukrim . 19/10/2026, 19:30 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Insiden berdarah sesama anggota kepolisian kembali terjadi. Seorang anggota Ditpoludara Baharkam Polri, Laurentius Valdo Fernandez Lawai, tewas secara tragis setelah ditembak oleh juniornya sendiri, Bharada Andika Rahmadani, di Markas Ditpoludara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Peristiwa terjadi pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar 04.40 WIB di dalam ruang pemadam kebakaran Mako Ditpoludara.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan awal dan penyelidikan kepolisian, terduga pelaku Bharada Andika mendatangi markas subuh dini hari dengan membawa senjata tajam jenis golok dari rumahnya. Setibanya di lokasi, pelaku menyelinap ke pos penjagaan untuk mengambil sebuah senapan laras panjang otomatis.
Dengan senjata api laras panjang tersebut, pelaku berjalan menuju ruang pemadam kebakaran, tempat di mana korban Bharatu Valdo sedang beristirahat. Pelaku kemudian melepaskan tembakan beruntun sebanyak empat kali yang mengenai tubuh dan kepala korban hingga roboh bersimbah darah. Tidak sampai di situ, pelaku juga dilaporkan menganiaya leher korban menggunakan senjata tajam.
Usai melakukan aksinya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Unit Provos Ditpoludara.
Motif Sementara: Dugaan Perundungan (Bullying)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa tersangka berinisial AR (Andika Rahmadani) telah diamankan dan kini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk proses hukum lebih lanjut.
Mengenai pemicu tindakan nekat tersebut, pengacara keluarga korban, Petrus Bala Pattyona, mengungkapkan informasi dari penyidik bahwa pelaku merasa sakit hati karena sering menerima perundungan (bullying). Namun, Petrus menegaskan bahwa berdasarkan keterangan penyidik, yang kerap melakukan perundungan adalah teman-teman seangkatan korban, bukan korban sendiri. Pelaku diduga melampiaskan kemarahan yang terpendam secara membabi buta kepada korban.
Kubu Korban Cium Kejanggalan
Pihak kuasa hukum keluarga korban menilai ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini. Mereka mempertanyakan bagaimana seorang junior yang sedang tidak bertugas bisa dengan mudah mengakses gudang senjata dan mengambil senapan laras panjang otomatis. Kubu korban menduga adanya keterlibatan atau bantuan dari pihak lain dalam insiden ini.
Selain itu, tim pengacara mendesak pihak Polda Metro Jaya untuk membuka rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara secara transparan demi menghindari adanya rekayasa kasus.
Respons Pemerintah
Tragedi ini langsung memantik perhatian serius di tingkat pusat. Menko Polkam dikabarkan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen serta kondisi psikologis anggota aparat penegak hukum guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.
Saat ini, jenazah Bharatu Valdo telah dipulangkan ke kampung halamannya di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Kupang untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media