Kemenangan Persita Tangerang Atas Persija Jakarta Dinodai Kericuhan Suporter
Pelatih Persita Carlos Pena. (rfh)
TANGERANG, FIN.CO.ID — Persita Tangerang berhasil mengamankan tiga poin setelah menumbangkan Persija Jakarta dengan skor tipis 3-2 pada laga pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026) malam. Kemenangan drama berkat gol telat Alexsandro di masa injury time ini sayangnya harus ternoda akibat kerusuhan suporter yang sempat menghentikan pertandingan selama 30 menit pada babak kedua.
Pelatih Persita Tangerang, Carlos Peña, menyatakan rasa bangganya atas daya juang luar biasa yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang 100 menit laga berjalan. Kendati demikian, Peña menegaskan bahwa kemenangan atas tim besar sekelas Persija ini merupakan hasil kerja keras kolektif, bukan pencapaian individu semata.
"Bukan tentang saya, ini tentang Persita. Saya sangat senang karena menurut saya kami memiliki performa yang luar biasa. Pemain-pemain dan tim saya sangat berharga. Mereka berjuang selama 100 menit," ujar Carlos Peña dalam sesi konferensi pers pascapertandingan.
Penampilan penyerang Persita, Alexsandro, kembali menjadi sorotan setelah sukses menjadi pahlawan kemenangan lewat gol penentu di penghujung laga. Dengan tambahan satu gol malam ini, Alexsandro kini telah mengoleksi 4 gol. Peña pun memuji profesionalisme sang pemain yang selalu tampil maksimal terlepas dari berapa lama menit bermain yang diberikan.
Baca Juga
"Dia mengambil kesempatan dari waktu yang diberikan. Dia adalah pemain yang sangat lapar dan selalu memberikan yang terbaik, baik jika dia bermain 5, 10, atau 75 menit," puji pelatih asal Spanyol tersebut.
Meski meraih poin penuh, Peña mengakui bahwa skuad Pendekar Cisadane masih memiliki celah yang harus segera dievaluasi. Mengingat kompetisi baru berjalan lima pekan, ia meminta anak asuhnya untuk terus meningkatkan performa menjelang laga berat berikutnya melawan Bali United.
Kericuhan Suporter Coreng Pertandingan
Di sisi lain, jalannya pertandingan babak kedua sempat terhambat akibat terjadinya kerusuhan suporter di lapangan yang mengakibatkan laga tertunda selama setengah jam. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari kubu tuan rumah karena dinilai memberikan dampak buruk bagi citra sepak bola Indonesia.
Carlos Peña mengutuk keras tindakan anarkis tersebut dan meminta pihak berwenang untuk memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku. Menurutnya, sepak bola seharusnya menjadi sarana hiburan yang aman untuk keluarga dan anak-anak, bukan tempat untuk bertarung.
"Ini tidak bisa terjadi di sebuah permainan sepak bola. Sepak bola adalah untuk menyenangkan dan bukan untuk bertarung. Orang-orang yang bertanggung jawab harus dihukum, karena ini tidak baik bagi Indonesia," tegas Peña.
Baca Juga
Senada dengan sang pelatih, perwakilan pemain Persita, Pablo Ganet juga menyayangkan insiden tersebut. Pemain tengah yang tampil impresif dalam memotong aliran bola lawan sepanjang laga ini menekankan pentingnya menjaga rasa hormat dalam mengekspresikan emosi di stadion.
"Sepak bola adalah emosi, tentu saja. Tapi emosi yang didasari rasa hormat (respect). Sebagai pemain, kami sangat senang melihat stadion yang penuh, dan saya berharap insiden seperti itu tidak terjadi lagi," tutur Ganet menutup konferensi pers.