Sabtu, 17 Oktober 2026
--°C --
-- · --
News

Kekeringan di Kabupaten Tangerang Meluas ke 17 Kecamatan, Pemkab Intensifkan Mitigasi Lahan Pertanian

RF
Tim Redaksi
16/10/2026, 14:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kekeringan di Kabupaten Tangerang Meluas ke 17 Kecamatan, Pemkab Intensifkan Mitigasi Lahan Pertanian

Ilustrasi area persawahan terdampak kemarau. (istimewa)

TANGERANG, FIN.CO.ID — Dampak musim kemarau di Kabupaten Tangerang meluas hingga akhir September 2026. Lahan pertanian di 17 kecamatan dan 53 desa dilaporkan terdampak kekeringan dengan total luas mencapai 667,05 hektar (ha).

Dari total lahan pertanian yang terdampak tersebut, tercatat seluas 340 ha mengalami fuso atau gagal panen. Sementara itu, lahan yang berhasil dipulihkan mencapai 85 ha, lahan yang masih dapat dipanen seluas 73 ha, dan sekitar 230 ha lahan pertanian lainnya kini dalam kondisi terancam.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh nihilnya curah hujan dan ketiadaan sumber air di sekitar lahan pertanian. Pada beberapa titik, sumber air sebenarnya tersedia, namun debitnya mulai mengering atau lokasinya terlalu jauh dari area persawahan warga.

"Penyebabnya akibat tidak ada hujan, tidak ada sumber air. Ada yang terdampak sumber air tapi sudah mulai kering, serta ada sumber air tetapi jauh dari lokasi kejadian," ujar Ujang dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas dan menjaga ketersediaan produksi gabah daerah, Pemerintah Kabupaten Tangerang memperkuat langkah mitigasi. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dengan Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, perguruan tinggi, serta pihak swasta seperti SGU, Syngenta Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan alternatif pola tanam.

Sepanjang tahun 2026, DPKP Kabupaten Tangerang telah menyalurkan berbagai bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) yang bersumber dari APBD maupun APBN. Bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani meliputi 44 unit traktor roda dua, 14 unit cultivator, power thresher, 75 unit pompa air, dan 88 unit handsprayer.

Selain alat mesin, pemerintah daerah juga mendistribusikan bimbingan teknis bersama penyuluh, bantuan 86.900 kilogram benih padi, 3,6 ton benih dari UPTD Balai Benih, serta ratusan ribu kilogram pupuk organik dan NPK untuk menjaga produktivitas lahan yang tersisa.

Untuk mengatasi persoalan akses air, Pemkab Tangerang mengintervensi infrastruktur pengairan dengan menyalurkan 26 unit Irigasi Perpompaan (IRPOM). Sistem ini memanfaatkan mesin pompa untuk menarik air dari sumbernya menuju areal persawahan yang jauh. Pemerintah juga membangun 6 unit Irigasi Perpompaan Tanpa Pompa (IRPIP), 4 unit sumur pantek, 2 unit sumur bor, serta melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di 23 lokasi strategis. Langkah-langkah fisik ini melengkapi pembangunan 22 unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah diinisiasi sejak tahun 2025 lalu.

Ujang menegaskan, seluruh bantuan infrastruktur dan penyesuaian pola tanam ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk meminimalisasi risiko gagal panen yang dihadapi para petani di tengah situasi kemarau tahun ini.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya