Program CKG di Banten Sudah Menyasar 46,28 Persen Penduduk
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti - foto: Rikhi Ferdian
TANGERANG FIN.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat capaian luar biasa dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Per 19 Agustus, cakupan layanan kesehatan massal ini telah menyasar 46,28 persen atau sekitar 5.969.889 jiwa dari total penduduk Banten.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan bahwa angka tersebut sebenarnya telah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Target dari pemerintah pusat sendiri sebenarnya hanya sekitar 46 persen atau setara 5.934.010 jiwa. Artinya, belum sampai bulan Desember saja kita sudah melampaui target nasional," ujar dr. Ati Pramudji Hastuti saat memberikan keterangan kepada awak media di Tangerang, Kamis (20/8/2026).
Meski telah melompati target nasional, dr. Ati menegaskan pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri. Penjabat (Pj) Gubernur Banten memberikan arahan agar jangkauan pemeriksaan kesehatan ini diperluas secara masif demi memastikan derajat kesehatan masyarakat.
Baca Juga
"Bapak Gubernur berharap capaian kita justru harus lebih dari itu. Minimal lebih dari separuhnya, atau sekitar 55 persen dari semua penduduk Banten sudah harus dilakukan cek kesehatan," jelasnya.
Untuk mengejar arahan tersebut, Dinkes Banten terus bergerak cepat melakukan akselerasi di lapangan. Pihaknya menargetkan instruksi kepala daerah ini dapat rampung dalam waktu dekat.
"Target ini sedang kita kebut. Mudah-mudahan sampai akhir Oktober, amanat dari Bapak Gubernur kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan tentu melalui Bupati serta Wali Kota yang ada, bisa tercapai. Kami sangat optimis dengan kerja keras seluruh pihak," tambah dr. Ati.
Berdasarkan data skrining yang masuk, dr. Ati memetakan pola penyakit masyarakat Banten yang terbagi secara kontras berdasarkan siklus usia. Hasil dari CKG ini nantinya akan menjadi fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan kesehatan ke depan.
Untuk kelompok usia di atas 15 tahun, temuan penyakit didominasi oleh penyakit tidak menular, yakni hipertensi di posisi pertama dan diikuti oleh diabetes di posisi kedua. Sementara itu, potret berbeda ditemukan pada anak-anak sekolah.
"Untuk anak sekolah di bawah usia 15 tahun, kebanyakan mengalami karies gigi dan juga gangguan penglihatan mata. Poin-poin ini tentu berbeda karena berdasarkan siklus kehidupan. Hasil CKG ini menjadi basis kebijakan agar pemerintah berbuat sesuai pola penyakit yang ada," tuturnya.
Baca Juga
Selain penyakit tidak menular, Dinkes Banten juga menaruh perhatian serius pada eliminasi Tuberkulosis (TBC). Hingga pertengahan Agustus, performa penanganan TBC di Tanah Jawara menunjukkan tren yang sangat positif.
"Alhamdulillah, meskipun data ini baru berjalan sampai 19 Agustus, capaian kita untuk TBC sudah berada di angka 63 persen dari target nasional yang sebesar 90 persen," kata dr. Ati.
Dinkes Banten memikul target besar untuk mendeteksi dini sekira 50.750 orang yang diperkirakan menderita TBC di wilayahnya. Guna memutus mata rantai penularan dan menemukan puluhan ribu penderita tersebut, dr. Ati menegaskan strategi skrining massal akan terus digencarkan secara menyeluruh.
"Dari total jumlah penduduk Banten yang mencapai 13 juta jiwa, kita lakukan skrining kepada seluruh warga yang ada. Langkah ini wajib dilakukan demi menemukan target 50.000-an penderita TBC tersebut agar bisa segera diobati," tegasnya.
Menanggapi atensi khusus dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) yang membidik target keseluruhan Banten menyentuh angka 90 persen, Dinkes Banten kini tengah menyiapkan langkah-langkah strategis dan kolaboratif bersama seluruh fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten/kota demi mewujudkan Banten yang lebih sehat.