Senin, 05 Oktober 2026
--°C --
-- · --
Pendidikan

Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Tiga Bahasa Daerah di Sekolah

RF
Tim Redaksi
04/10/2026, 16:16 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi tangerangraya.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Bupati Tangerang Dorong Pelestarian Tiga Bahasa Daerah di Sekolah

Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Tangerang 2026 di Yayasan Budi Pekerti, Kecamatan Solear. Rikhi Ferdian

TANGERANG, FIN.CO.ID -  Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mendorong pelestarian Bahasa Sunda, Jawa, dan Betawi sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

Dorongan tersebut disampaikan Maesyal saat membuka Gebyar Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Tangerang 2026 di Yayasan Budi Pekerti, Kecamatan Solear, Sabtu 3 Oktober 2026.

Maesyal mengatakan, tiga bahasa daerah tersebut merupakan bagian dari kekayaan seni dan budaya Kabupaten Tangerang yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Jadi, ketiga bahasa ini harus kita lestarikan dan abadikan sebagai wujud bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang cinta terhadap bahasanya. Ini juga menjadi kebanggaan kita,” ujar Maesyal.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah tidak cukup dilakukan melalui kegiatan festival. Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan rancangan Peraturan Bupati (Perbup) agar upaya tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di satuan pendidikan.

“InsyaAllah yah nanti akan kita tuangkan dalam bentuk Peraturan Bupati, supaya seluruh sekolah bisa melaksanakan kegiatan lomba sekaligus memelihara dan mengabadikan bahasa yang ada di Kabupaten Tangerang,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dilli Windu Rezeki Seganda mengatakan, Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 diikuti 37 peserta dari jenjang SD dan SMP.

Dimana, para peserta mengikuti sejumlah kategori lomba, di antaranya menulis cerpen, pidato, monolog, dan berbalas pantun menggunakan bahasa daerah.

Dilli mengungkapkan, festival tersebut menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berbudaya, dan kreatif sekaligus memiliki kepedulian terhadap pelestarian bahasa daerah.

“Saya berharap, Festival Tunas Bahasa Ibu ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk terus mempelajari dan melestarikan bahasa daerah,” harap Dilli.

Ia menambahkan, Kabupaten Tangerang mencatat prestasi pada Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Banten 2025 dengan mengantarkan dua peserta meraih juara pertama.

Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang bersama tim teknis tengah menyusun rancangan Perbup tentang pelestarian budaya dan sejarah Tangerang.

Dimana, aturan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penguatan materi budaya dan sejarah dalam kurikulum muatan lokal di sekolah.

“Nah ini menjadi bagian dari komitmen bersama agar bahasa, budaya dan sejarah Tangerang tetap hidup serta dikenal oleh generasi penerus,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Rikhi Ferdian
Rikhi Ferdian
Penulis
FIN Biro Tangerang Raya