Hukrim . 20/08/2026, 19:11 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Aksi kejahatan dengan modus hipnotis kembali memakan korban. Kali ini, seorang emak-emak bernama Atin, warga Kampung Cilalung, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), harus merelakan perhiasan emas senilai Rp15 juta miliknya raib digondol dua wanita misterius.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Korban baru menyadari dirinya menjadi korban penipuan setelah para pelaku melarikan diri.
Menurut pengakuan Atin, kejadian bermula saat dua orang wanita datang ke lingkungan tempat tinggalnya. Mereka mengaku sebagai sales yang menawarkan berbagai barang elektronik, mulai dari telepon seluler (HP) hingga laptop.
"Mereka datang sekitar pukul 14.00 WIB dan sempat mengobrol lama, bahkan saya suguhi kopi. Kejadian hipnotisnya sendiri pas sekitar pukul 16.30 WIB," kata Atin, Kamis 20 Agustus 2026.
Kedua pelaku membawa brosur untuk meyakinkan warga. Banyak tetangga korban yang tertarik melihat penawaran tersebut. Pelaku kemudian membujuk Atin untuk mengambil barang. Namun, mereka meminta perhiasan berharga sebagai jaminan dengan alasan formalitas.
Salah satu pelaku bahkan memamerkan perhiasan milik orang lain untuk meyakinkan korban. Atin sempat menolak karena merasa curiga dan tidak membutuhkan HP baru.
"Saya bilang tidak mau HP karena sudah punya. Saya juga bingung masa tidak kasih uang tapi bisa dapat HP," jelasnya.
Meski sempat menolak, pelaku terus membujuk korban. Tak berselang lama, Atin mulai merasa linglung dan kehilangan kesadaran secara perlahan.
Dalam kondisi setengah sadar, salah satu pelaku langsung membantu melepas kalung emas yang dipakai Atin. Pelaku berniat memasukkan kalung itu ke kantong plastik. Atin sempat protes dengan tindakan tersebut.
"Saya sempat bicara keras, masa emas ditaruh di kantong keresek. Tapi setelah itu, saya benar-benar tidak sadar lagi. Anak saya bahkan melihat pas kalung itu dilepas," ungkapnya.
Setelah berhasil mencopot kalung emas seharga Rp15 juta milik korban, pelaku mengajak teman Atin pergi ke lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer. Pelaku berdalih ingin memfoto perhiasan tersebut sebagai laporan ke atasannya yang menunggu di dalam mobil. Perhiasan itu kemudian dititipkan sementara kepada teman Atin.
Nahas, setelah perhiasan itu dikembalikan dan Atin tiba di rumah, ia baru menyadari kalung emasnya telah ditukar dengan perhiasan imitasi.
"Pas sampai rumah, Astagfirullahaladzim, ternyata punya saya sudah ditukar. Kalung asli saya agak hitam karena keringat, sedangkan yang dikembalikan ini sangat berbeda," ucap Atin dengan nada lemas.
Atin menduga kuat dirinya telah dihipnotis oleh kedua pelaku. Ia berharap pihak kepolisian segera bertindak dan meminta warga lain untuk lebih waspada terhadap orang asing yang menawarkan barang elektronik dengan modus serupa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media