Hukrim . 19/08/2026, 16:50 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Niat hati ingin menonton kerumunan aksi tawuran, seorang pelajar SMPN 4 Solear berinisial TH (15) justru menjadi korban sabetan senjata tajam (sajam). Peristiwa tragis ini terjadi lantaran sepeda motor yang dikendarai korban mendadak mogok saat ia mencoba melarikan diri dari lokasi, hingga akhirnya tertinggal dan diserang oleh kelompok pelajar lain. akibatnya, korban mengalami luka parah pada pergelangan tangan kanan.
Aksi kekerasan ini terjadi di tengah pembubaran massa oleh jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang yang berhasil menggagalkan potensi bentrokan besar antarpelajar di Jalan Raya Munjul Adiyasa, Kampung Ranca Gede, Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada Selasa (18/8/2026) sore.
Aksi pencegahan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan Call Center 110 pada pukul 16.39 WIB mengenai adanya kerumunan pelajar yang berpotensi tawuran.
Petugas piket siaga yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Iptu Suhendar, bersama Bhabinkamtibmas Bripka Sofwan Aqil dan anggota Intelkam Bripka Joko Legowo, langsung meluncur ke lokasi untuk membubarkan massa.
Kedatangan petugas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berhasil membubarkan kelompok pelajar dari SMPN 4 Tigaraksa dan SMPN 4 Solear yang sebelumnya saling tantang melalui siaran langsung (live) di media sosial. Kedua kelompok massa membubarkan diri sebelum sempat terjadi bentrokan fisik yang lebih luas.
Namun, dalam insiden pembubaran tersebut, TH yang awalnya hanya berniat menonton aksi kerumunan tersebut malah menjadi korban salah sasaran karena motornya mogok.
Petugas Polsek Cisoka yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke RSUD Tigaraksa guna penanganan medis intensif. Selain mengevakuasi korban, polisi juga berhasil mengamankan dua orang pelajar lainnya di TKP untuk dimintai keterangan.
Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, mengonfirmasi keberhasilan personelnya dalam merespon cepat aduan warga hingga menggagalkan bentrokan antarpelajar tersebut.
"Setelah menerima laporan dari Call Center 110, anggota langsung ke lokasi untuk mengamankan situasi dan membubarkan kerumunan sebelum terjadi bentrokan. Saat ini fokus kami memastikan korban mendapat perawatan medis, memeriksa dua pelajar yang diamankan, serta melacak akun media sosial pemicu aksi ini," ujar Iptu Aditya, Selasa (18/8/2026) malam.
Saat ini penyidik Polsek Cisoka terus menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi guna mengidentifikasi pelaku sabetan senjata tajam tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media