News . 28/07/2026, 20:12 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian | Editor : Rikhi Ferdian
TANGERANG, FIN.CO.ID – Dampak musim kemarau mulai meluas di wilayah Kabupaten Tangerang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat, hingga 27 Juli 2026, sebanyak delapan kecamatan di wilayah tersebut resmi dilaporkan mengalami krisis ketersediaan air bersih akibat kekeringan.
Delapan wilayah yang terdampak parah tersebut meliputi Kecamatan Panongan, Legok, Jambe, Tigaraksa, Pagedangan, Rajeg, Balaraja, dan Mekar Baru. Warga di sejumlah permukiman pada kecamatan tersebut kini telah mengajukan permohonan bantuan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa Kecamatan Panongan menjadi wilayah dengan jumlah laporan kekurangan air bersih terbanyak. Berdasarkan laporan warga yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, sedikitnya ada lima titik di kecamatan tersebut yang kritis air bersih.
“Selain Panongan yang terdapat lima titik, laporan juga datang dari Tigaraksa sebanyak tiga lokasi, kemudian Pagedangan dan Balaraja masing-masing dua lokasi,” ujar Achmad Taufik saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Juli 2026.
Di Kecamatan Panongan, sejumlah lokasi yang terdampak meliputi RT 06/RW 02 Desa Serdang Kulon, Perumahan Puri Harmoni 2 di Desa Serang Kulon, kawasan Desa Panongan, serta Jalan Ciapus dan Jalan Pertamina Ciapus.
Selain wilayah tersebut, titik krisis air bersih juga tersebar di beberapa desa lainnya, seperti Desa Palasari, Jambe, Margasari, Karang Tengah, Sukamulya, Lembangsari, Saga, Cileles, hingga Kosambi Dalam.
Achmad Taufik menambahkan, laporan kesulitan air bersih ini mulai mengalir ke BPBD sejak awal Juli 2026. Pihaknya terus melakukan pemantauan ketat seiring dengan berlangsungnya musim kemarau. Demi memenuhi kebutuhan mendesak warga, BPBD telah menyiagakan pasokan air dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
“Persediaan air bersih yang kami siapkan saat ini masih mencukupi. Kami juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar permintaan bantuan air bersih dari masyarakat dapat segera dilayani,” tegasnya.
Pihak BPBD Kabupaten Tangerang mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk segera melapor. Laporan dapat disampaikan melalui pemerintah desa, pihak kecamatan, atau langsung menghubungi layanan Pusdalops BPBD agar bantuan armada air bersih bisa segera dikirimkan ke lokasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media